Soal Dugaan Pelecehan Seksual Anak Dibawah Umur,Ini Tuntutan Mahasiswa di Mamuju

Daulatrakyat.id,Mamuju– Kerukunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Bonehau (KPPMB) menggelar aksi di depan Mapolda Sulbar.

Mereka menuntut kepastian hukum,atas kasus dugaan pelecehan terhadap anak dibawah umur yang terjadi di Dusun Pangalloan, Desa Bonehau, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju.

Dalam orasinya, KPPMD meminta agar kasus dugaan pelecehan seksual anak dibawah umur di usut tuntas.

Tak hanya itu,pengunjuk rasa juga meminta kepada Kapolda Sulbar untuk segera memutasi Kapolsek Kalumpang beserta anggotanya karena dinilai tidak serius dalam menangani kasus tersebut.

” Kami minta pihak Kepolisian untuk segera memanggil oknum pelaku dan saksi-saksi,” begitu para pengunjuk rasa menyuarakan tuntutannya.

Kapolres “Metro” Mamuju AKBP Moh.Rivai Arvan Saat Memberi Keterangan Pers Terkait Kasus Tersebut 29 Januari 2018.

Sementara itu, Kapolres “Metro” Mamuju, AKBP Moh. Rivai Arvan yang menerima aksi unjuk rasa menjelaskan, kini sedang dilakukan penyelidikan secara maraton soal dugaan pelecehan seksual seorang anak berusia 7 tahun.

“Laporan kasus pelecehan, pihak Polres “Metro” Mamuju telah menerima laporan tersebut pertanggal 18 Januari 2018,” terang Rivai.

Rivai mengatakan, ada empat orang saksi telah dipanggil untuk diambil keterangannya. Dalam protap Kepolisian, lanjut Rivai, pelaku yang juga masih dibawah umur belum bisa kita tahan.

Untuk membuktikan keseriusan aparat Kepolisian terhadap kasus ini, maka terduga dan saksi-saksi dipanggil untuk dimintai keterangannya di depan penyidik.

“Pihaknya fokus kepada terduga inisial T yang disebutkan korban,” kata Rivai.

Dalam penanganan kasus dibawah umur,ucap Rivai sangat berbeda dengan penanganan kasus orang dewasa. Perkataan anak dibawah umur dalam segi hukum belum bisa dijadikan dasar. Terkadang apa yang disampaikan berubah-ubah. Namun pihaknya tetap akan mendalami kasus ini.

“Empat saksi telah diperiksa, dari pengakuan empat saksi itu mengatakan hanya mendengarkan dari korban,” tutur Rivai.

Rivai menambahkan, pra rekontruksi sedang digelar.Sesuai protap Kepolisian, adapun yang akan memberikan keterangan palsu pasti akan diketahui dan ini yang bisa terjerat hukum.

“Dalam aturan pemeriksaan, anak dibawah umur harus didampingi pihak keluarganya, untuk bisa mempertanggung jawabkan perkataannya, minimal ada saksi yang mendengarkan,” tutup Rivai. Senin (29/1/2018).(sdr/dr)

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.