Sekolah Perempuan Gresik Maksimalkan Layananan MCS BPJS Kesehatan

Gresik.daulatrakyat.id-Sekolah Perempuan dan KPS2K Jawa Timur bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Gresik menyelenggarakan layanan langsung terkait BPJS Kesehatan baik untuk Penerima Bantuan Iuran yang diperuntukkan pada orang miskin maupun yang non Penerima Bantuan Iuran atau mandiri.

Kegiatan ini berlangsung Rabu, 19 September 2018 dan merupakan tindak lanjut dari pemantauan Kartu Indonesia sehat/KIS PBI yang dilakukan oleh Sekolah Perempuan di Desa Kesamben Kulon Gresik pada tahun 2017.

Dari hasil pemantauan ditemukan masalah informasi KIS yang tidak sampai pada kalangan masyarakat bawah, pengurusan kartu yang membutuhkan waktu lama dan biaya transport jika lokasi jauh dari pusat kota.

Menyikapi kendala-kendala tersebut, maka kantor BPJS Kabupaten Gresik berkomitmen untuk menyelenggarakan pelayanan jemput bola langsung ke desa-desa terpencil yang sulit diakses, agar masyarakat terutama yang kategori miskin dapat terlayani dengan baik.

Pelayanan ini disebut Mobile Customer Service tidak hanya berupa pelayanan pencetakan kartu, pembetulan data, pendaftaran KIS mandiri tapi juga dilakukan sosialisasi oleh tim BPJS Kesehatan agar masyarakat terutama para perempuan ini dapat terliterasi terkait hak-haknya sebagai pemegang KIS PBI/KIS.

Sosialisasi ini dihadiri kurang lebih 70 an orang yang mayoritas adalah perempuan miskin yang melibatkan para perwakilan pemerintah desa setempat.

Sedangkan untuk pelayanan Mobile Customer Service yang berminat ada sekitar 200 orang perwakilan kepala keluarga namun hanya 50 an orang yang dapat terlayani dengan tuntas, hal ini dikarenakan adanya keterbatasan tenaga pelayanan dari BPJS Kesehatan dan kondisi jaringan internet yang tidak bagus.

Antusiasme masyarakat yang luar biasa ini diapresiasi oleh perwakilan BPJS Kesehatan Suhartina Perwirawati (Kabid.Kepesertaan dan pelayanan peserta).

Ia mengatakan pelayanan MCS yang bekerjasama dengan Sekolah Perempuan berbeda dengan yang terjadi selama ini, dilihat dari aspek partisipasi masyarakatnya tinggi, ini membuktikan bahwa kegiatan pelayanan kali ini benar-benar terorganisir dan terkoordinir dengan maksimal, begitu juga melihat ibu-ibu tim pemantau komunitas yang cakap dalam membantu agar proses pelayanan yang jumlahnya banyak ini dapat memuaskan masyarakat.

Sedangkan Iva Hasanah (direktur KPS2K Jatim) mangatakan bahwa BPJS Kesehatan dapat merespon cepat temuan-temuan yang dihasilkan dari pemantauan dan mengaplikasikan secara konkret seperti rekomendasi yang sudah disampaikan oleh sekolah perempuan sebelumnya,

“Ini patut dicontoh oleh BPJS Kesehatan di wilayah lainnya karena pelayanan seperti ini sangat efektif dan efisien karena dirasakan langsung oleh masyarakat terutama kelompok miskin yang ada diwilayah terpencil dan sulit akses,” ujarnya.

Salah satu warga bernama Sukartini (26 tahun) merasa senang sekali pada hari ini karena dia hanya cukup jalan kaki ke balai desa untuk membetulkan data pada Kartunya.

“Jika pelayanan ini tidak ada disini maka saya belum tentu mendapatkan kartu yang baru karena harus pergi ke kota dan paling sedikit harus mengeluarkan biaya transportasi 100 – 200 ribu kalau ini saya gratis tidak perlu mengeluarkan ongkos apapun,” katanya.

Diharapkan pelayanan MCS ini akan dilakukan lagi dan dapat dijadwalkan secara berkala di tingkat desa.(ril)

Sekolah Prempuan Gresik Kerjasama BPJS Maksimalkan Layanan Kesehatan

Editor : Salim Majid

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.