Satu Cerita Dibalik Geliat Kearifan Lokal di Pantai Lasiana Kupang

NTT.daulatrakyat.id-Kendati belum lama ini Lombok di guncang gempa hebat. Tapi akitvitas kearifan lokal didaerah Kupang tak mempengaruhi atas peristiwa gempa tersebut.

Sepekan Hari Kemerdekaan RI ke 73 Pondok PERGERAKAN bekerjasama dengan Institur KAPAL Perempuan dan Institut Hak Asasi Perempuan menyelenggarakan Festival Tenun “Satu Tenun, Satu Cerita Perjuangan Perempuan” dengan Tema “Kepemimpinan Perempuan, Jalan Kemerdekaan Bangsa”.

Melalui kegiatan tersebut ingin ditegaskan bahwa menenun yang dilakukan oleh perempuan bukanlah pekerjaan pelengkap atau sampingan dari kerja laki-laki.

Tenun Satu Kearifan Lokal di Kupang

Menenun adalah totalitas hidup perempuan yang memberi hidupnya untuk kehidupan. Kesabaran, ketenangan, ketelitian dan ketrampilan dalam proses menenun karena bagian penting dalam harmonisasi warna-warna tenun yang menghasilkan kain tenun yang indah untuk digunakan.

Gerakan perempuan ini pun menyebutnya, Menenun adalah kehidupan tetapi juga sebuah jalan kepemimpinan perempuan dalam mengelola kehidupan.

Karena itu, mereka menilai saatnya menenun mendapat apresiasi karena di dalamnya perempuan berjuang mempertahankan eksistensinya bersama keluarga, dan di sisi lain menenun adalah bagian untuk mempertahankan kelestarian budaya.

Kegiatan tersebut digelar Sabtu, 11 Agustus 2018 pekan lalu, di pantai Lasiana Kota Kupang sebagai rangkaian sepekan Peringatan Kemerdekaan RI ke 73.

Ada 152 peserta yang hadir, termasuk Bupati Terpilih Kabupaten Kupang, Korinus Masneno, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kupang, Dra. Sofia Malelak – de Haan, dan Disperindag Kabupaten Kupang.(*)

Gerakan Perempuan di Kupang

Editor :Salim Majid

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.