Sambut Hari Anak Nasional KPAJ Kampanyekan Stop Kekerasan Anak

Makassar.daulatrakyat.id.Banyaknya fenomena saat ini yang marak terjadi pada anak-anak menjadi motivasi Komunitas Peduli Anak Jalanan (KPAJ) untuk melakukan aksi mengkampanyekan Stop Anti Kekerasan Anak” dimomen Hari Anak Nasional tepatnya hari ini 23 Mei.

Indrawan Ketua umum KPAJ mengatakan
latar belakang aksi tersebut karena banyaknya kejadian kekerasan terhadap anak yang terjadu di sekolah,rumah,atau lingkungan tempat bermain.Dari dipukul,dibentak,dimintai uang secara paksa,dijegal sepulang sekolah hingga dilecehkan secara sexual.

“Atas dasar itulah kami melakukan aksi ini kami menolak seluruh kekerasan yang kadang terjadi pada anak,”ujarnya.

Menurutnya orang tua jangan menganggap anak adalah miliknya seutuhnya jadi bebas melakukan apa saja pada anaknya.

“Jelas itu tidak dibenarkan dan kami minta peran orang tua dan pemerintah serta kepedulian masyarakat sebab pada dasarnya anak adalah titipan Tuhan kepada para orang tua untuk dicintai,dijaga dan dibesarkan,”kata Indrawan.

KPAJ sendiri telah memiliki anak binaan sebanyak 175 anak jalanan yang terdata dan mendapat bimbingan dari para anggota KPAJ.

Indrawan berharap semoga dengan adanya aksi tersebut membuka mata hati pemerintah dan masyarakat untuk lebih perhatian terhadap anak-anak khususnya anak jalanan yang butuh implementasi dan bantuan pemerintah.

“Semoga ada implementasi pembinaan karakter terhadap anak baik dari pemerintah,orang tua maupun masyarakat

Ia menginginakan pemerintah agar lbh perhatian pada anak2 jalanan
Kegiatan lain memberikan pembelajaran karakter setiap pekan kepada anak2 jalanan2 untuk membimbing,membina karakter anak khususnya dalam mencegah adanya perbuatan kekerasana terhadap anak termasuk pelecehan seksual terhadap anak.

“Anak-anak perempuan perlu pengawasan dari para orang tua minimal menutup aurat dan anak-anak diusia sekolah bisa jaga diri,”harapnya.

Seperti diketahui secara yuridis (Undang-Undang ) telah diatur tentang perlindungan anak UU No 4 tahun 1979,kesejahteraan anak UU No 23 /2002 tentang pengadilan anak UU No 3 tahun 1997, dan tentang ratifikasi hak anak sesuai Kepres No 36 tahun 1990.

“Meski telah diatur oleh UU namun masih saja terjadi kekerasan terhadap anak seolah tak ada ketegasan dari pemerintah dan penegakan hukum yang maksimal,karena ditakutkan bakal terjadi lagi nanti dan akan berdampak pada psikis anak,”tambahnya.

Adapun langkah nyata kata dia perlu dilakukan kampanye penghapusan kekerasan terhadap anak seperti pemasangan stiker,pelatihan kepada ibu-ibu,dan permintaan dukungan dari pemerintah disetiap daerah agar hak-hak anak telindungi.

 

Penulis : Nina Annisa

 

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.