Ribuan Warga Pakawa Tolak Permendagri Soal Tapal Batas Sulteng – Sulbar

Pasangkayu.daulatrakyat.id- Tapal batal satu daerah kerap menyisahkan pekerjaan rumah yang tak kunjung tuntas.

Persoalan ini menjadi krusial jika penetapanya tidak sesuai fakta dilapangan. Apalagi diperkuat dengan permendagri.

Hal inilah yang mengundang protes bagi ribuan warga Desa Pakawa Pasangkayu Sulbar.

Tapal batas didua provinsi ini Donggala Sulteng – Pasangkayu Sulbar menjadi kontroversi ketika Permendagri 60 Tahun 2018 tentang penetapan tapal batas antara Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah dan Kabupaten Pasangkayu Provinsi Sulawesi Barat.

Mereka menolak permendagri no 60 tahun 2018 dan mengancam tak ikut dalam pemilihan umum april 2019 mendatang, jika permendagri tidak dicabut dan direvisi kembali oleh pemerintah pusat.

Warga Pakawa ini merasa dirugikan dengan terbitnya permendagri no 60 tahun 2018 yang mencablok sebagian wilayah kabupaten pasangkayu masuk ke wilayah kabupaten donggala.

Mereka mendatangi kantor DPRD Pasangkayu dengan membawa sejumlah spanduk bertuliskan penolakan wilayah desa mereka diambil alih Kabupaten Donggala.

Bahkan mereka mengancam akan memboikot jalan menuju Kecamatan Rio Pakawa Kabupaten Donggala jika tuntutan mereka tidak ditanggapi.

Setelah melakukan orasi secara bergantian didepan kantor DPRD Pasangkayu. Massa aksipun ditemui anggota DPRD. Usai mendapat penjelasan dari anggota DPRD dan pihak Pemkab Pasangkayu. Massa kemudian menandatangani petisi penolakan Permendagri No 60 tahun 2018.

Penulis : Joni Banne T
Editor    : Salim Majid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.