Revolusi Sanitasi, Solusi Ditengah Buruknya Sistim Tata Kota

Majene,daulatrakyat.id-Isu strategis mengungkap 6 point untuk di rumuskan dalam perda Kabupaten Majene. Mendesain kota dengan regulasi perda sepertinya belum mumpuni. Hal itu terungkap curah gagasan dalam grub OS.

Dari 6 point itu sepertinya ada kenginan besar menuju revolusi sanitasi.

Nampaknya akademisi UNHAS Alwy Rahman meresponya dalam catatan cikal bakal lahirnya revolusi sanitasi.

Dalam pandangannya,Alwy menyebut sejarah perkotaan sering dirujuk pada perilaku seorang Kaisar Perancis yang gemar membakar kota.

Sang Kaisar bernama Nero, nama ini diabadikan pada aplikasi untuk membakar data ke piringan disk komputer.

Pada mulanya, urai Alwy para akademikus, Nero dianggap Kaisar keji. Rajin membakar kota dan jika kota sedang terbakar, ia menuju ke tempat ketinggian untuk memetik alat musik harva.

Inspirasi ini sepertinya memunculkan, banyak arsitek kota mulai merefleksi.

“Jangan-jangan Sang Kaisar melihat bahwa kota adalah sumber wabah. Makanya ia membakarnya,” begitu uraian Sang Akademisi UNHAS ini.

Dalam sejarah ke Kaisaran Nero memunculkan pandangan arsitek perkotaan melihat isu revolusi sanitasi menjadi penting. Dan Kota adalah wilayah yang paling banyak memproduksi sampah.

Pada saat bersamaan, desa-desa mengalami pengosongan. Manusia lebih memilih kota untuk tinggal.

Ilustrasi

Kota menjadi tempat pergumulan manusia sebagai isyarat upaya memperbaiki sanitasi kota. Upaya inilah yang disebut sebagai revolusi sanitasi.

Alwy mencontohkan Korea Selatan merupakan Negara yang pernah menerapkan metode revolusi sanitasi selama satu periode. Belakangan konsep ini baru di mulai dengan membersihkan sungei besar-besaran.” Revolusi sanitasi tampaknya baru di mulai di Jakarta,” jelasnya.

Lantas. Bagaimana dengan kota-kota yang ada di Sulbar? Sudah siapkan menerapkan revolusi sanitasi menuju kota impian yang ideal?. Kita tunggu saja.

Penulis : Salim Majid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.