Rekomendasi KPAI Untuk Kasus SMN 1 Semarang

Semarang daulatrakyat.id -Untuk kasus dugaan adanya budaya kekerasan yang sudah bertahun-tahun terjadi di SMAN 1 Semarang, maka Pemprov Jawa Tengah harus segera menyelidiki apakah budaya yang sama juga terjadi di SMA/SMK lainnya di wilayah Jawa Tengah.

Dikatakan Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Listyarti pemprov Jateng segera mengeluarkan peraturan gubernur (PERGUB) yakni pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan yang merujuk pada Permendikbud No. 82 Tahun 2015, agar sekolah yang aman dan nyaman dapat terwujud.

“Kekerasan tidak boleh dilakukan oleh siapapun, baik siswa terhadap siswa lainnya, guru terhadap siswa atau sebaliknya, maupun orangtua terhadap guru.

Foto suasana SMAN 1 Semarang

Untuk itu, KPAI mendorong SKPD terkait dalam melakukan percepatan program Sekolah Ramah Anak (SRA) di Jateng sebagai salah satu upaya menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung secara optimal tumbuh kembang anak,”paparnya

Dijelaskan gugatan orang tua AN kepada SMAN 1 Semarang ke PTUN dan sebaliknya pihak SMAN 1 Semarang juga meminta pihak kepolisian mengusut kematian salah satu siswa SMAN 1 pada Januari 2018 berinisal BT di kolam renang, maka KPAI mendorong semua pihak menghormati proses hukum sesuai peraturan perundangan.

Pihaknya juga mendorong manajemen SMAN 1 Semarang untuk menciptakan situasi kondusif demi ketenangan dan keamanan berlangsungnya proses ujian akhir sekolah.

“Para siswa yang sudah diberi sanksi skorsing wajib dipenuhi hak-haknya dan diperlakukan secara adil,”ungkapnya.

Editor : Nina Annisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.