Rayakan HUT ke -48, Asita Gelar Rakerda Bahas Pengembangan Wisata Sulsel dan Kendalanya

Makassar.daulatrakyat.id.DPD Asita Sulsl akan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dalam rangka HUT Asita yang ke 48.

Aliyah Mustika Ilham Wakil Ketua Asita Sulsel mengatakan Tema Rakerda yakni Optimalisasi Destinasi Pariwisata di Sulsel d agenda yang dirangkaikan dengan acara bersih-bersih sejumlah destinasi di Sulsel.

“Hari ini kami telah melakukan audiensi diruang kerja Gubernur Sulsel dan disambut baik oleh Prof Nurdin Abdullah beliau juga siap untuk menghadiri Hut Asita,”ujar amggota DPR-RI dari fraksi Demokrat tersebut.

Ketua DPD Asita Sulsel Didi L Manaba menjelaskan akan ada banyak agenda dan materi pembahasan pada rapat kerja yang dirangkai dengan perayaan Hut Asita yang ke 48.

“Rakerda ini wajib setiap tahun mulai tahun untuk menyatukan visi dan misi kita sesama pengurus Asita bagaimana mendongkrak kunjungan Wisatawan di daerah khususnya destinasi -destinasi yang harus kita benahi,kembangkan dan jaga,”ungkap Didi.

Menurutnya saat ini para pelaku wisata dan travel dihadapkan pada sejumlah permasalahan di Industri pariwisata salah satunya kenaikan harga dan tak ada free bagasi lagi.

“Kami juga akan bahas banyak hal mulai program kerja 2019 ditahun politik ini
membenahi destinasi,ciptakan destinasi baru dorong konektifitas dan aksepsibilitas bersama mitra strategis Asita,”kata Didi

Selain itu Didi menambahkan pada Hut Asita yang ke 48 akan menjadi motor penggerak Wisata Sulsel andalan di Kawasan Timur Indonesia dengan memperbanyak gelaran even-even dan dalam meningkat promosi dan jaringan bisnis wisata dan travel.

Pada Rakerda kali ini juga bakal ada tempat khusus bagi UMKM.Mulai dari memamerkan bahan baku,proses pembuatan hingga cara memasarkan produk tersebut.

Rakerda nanti juga bakal jadi momentum bagi gubernur baru kita dalam berinteraksi dengan para pelaku wisata,akan ada banyak hal yang akan kita bahas pada Rakerda nanti termasuk pengembangan Tanah Toraja dan Toraja Utara terkait akses yang memakan waktu lama ( 8 hingga 10 jam) lewat darat dan akan menjadi perjalanan singkat dengan menggunakan jalur udara.

“Untuk itu mempercepat operasional dua Bandara langsung via jalur domestik maupun jalur internasional.Selain Toraja ada pula Sengkang,Selayar,Makassar yang akan menjadi pembahasan kita,”tambah Didi.

Sementara itu Zul sekretaris panitia mengatakan salah satu pokok bahasan Rakerda adalah tema Halal Tourism yang menjadi isu utama dalam industri pariwisata.

Isu Pariwisata Halal bukan hanya moeslim friendly Tourism seperti Makassar In Beyond dan Toraja In Beyond namun akan meluas hingga kedaerah lain yang ada di Sulsel.

Pada Rakerda juga bakal ada acara Gathering yang pertama kali diadakan ditingkat Sulawesi untuk mendongkrak Kunjungan Wisatawan.Rencananya bakal mengundang Asita se Sulawesi.

Sekira 300 pemilik Travel akan ikut dalam Rakerda tersebut.Akan ada juga penyeraha 10 sertifikat pada anggota baru.Tiga kabupaten yang akan menjadi sasaran Asita dalam pembenahan Destinasi antara lain Selayar,Toraja, dan Bulukumba.

Isu Travel online system yang marak diikuti masyarakat akan menjadi salah satu pokok bahasan Asita.Isu kenaikan harga tiket yang dikeluhkan masyarakat.

“Melonjaknya harga tiket dari Inaca dan Kemenhub menjadi isu penting kita saat ini dimana terjadi penurunan kunjungan wisata domestik 30 hingga 50 persen,”pungkas Didi saat berbincang santai bersama media di Panbakers pekan lalu.

Penulis : Nina Annisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.