PT Mars Indonesia Gelar Media Gathering Sekaligus Launching Komik Menyemai Masa Depan Kakao

Makassar.daulatrakyat.id.PT Mars Indonesia gelar buka bersama dan media gathering di Alamanda Room Hotel Aryaduta Makassar Rabu (6/6/2018).

Media Gathering tersebut sebagai ajang pihak PT Mars dalam menjalin mitra dan sliaturrahmi bersama awak media di Makassar sekaligus launching komik “Menyemai Masa Depan di Kebun Kakao,”.

Arie Nauvel Iskandar selaku Direktur Corporate Affairs Mars Indonesia dalam presentasinya memaparkan eksistensi PT Mars Indonesia yang telah bekerjasama dengan Millenium Challenge Account Indonesia di sulawesi dalam memakmurkan Hijau Produksi Kakao berkelanjutan atau Green Prosperity Suistenable Cocoa Production Program (GP-SCPP).Melalui kemitraan publik dan swasta yang terus berlanjut sejak tahun 2012.

“Upaya ini kita lakukan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga petani kakao di Kabupaten Luwu, Luwu Timur,Luwu Utara di Sulsel dan Kabupaten Kolaka Utara di Sultra,GP-SCPP terlibat altif dalam pengembangan cocoa Doctor Cocoa Development,Centers(CDC),Pembangunan Pembibitan Demplot,Sertifikasi biji kakao,dan gudang input di seluruh wilayah Mars Indonesia,”papar Arie Naufal Iskandar.

Sejak Maret 2017 sebagai bagian dari program SG -SCPP NextGen Youth Engagement In Cocoa Farming Sector merupakan hasil kerjasama dengan kementrian pendidikan dan kebuayaan ,Kemenristek dan pendidikan tinggi untuk menjangkau kaum muda agar meningkatkan peranan mereka dalam pembangunan sector kakao di Sulawesi Selatan.

“Kegiatan ini meliputi pengadaan buku yang melengkapi kurikulum pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) lewat komik menyemai masa depan di kebun kakao,melatih staf administrasi dan guru penerapan kurikulum dengan pendekatan Sains,Teknologi Rekayasa,dan Matematika (STEM) secara tepat guna,”
Papar Arie.

Dijelaskan Arie ada tiga sekolah yang menjadi tempat distribusi STEM yakni SMK 4 Luwu,SMK 1 Lutra,dan SMK 2 Lutim diharapkan menjadi preferensi edukasi bagi para siswa siswi di sekolah tersebut.

“Sehingga mereka jika telah lulus maka mereka yang notabene sehari-seharinya berjumpa dengan kebun kakao sudah bisa mengimplementasikan ilmunya dan bisa berhitung sendiri saat mereka terjun menggarap kebun kakao milik orang tua mereka atau paling tidak mereka memberikan arahan kepada petani kakao didaerahnya bagaimana menghasil produksi kakao yang bagus,”Jelas Arie.

Selain itu salah satu menjadi tujuan kurikulum tersebut adalah menambah produktifitas tanaman kakao yang mengalami penurunan dimana produktifitas kakao tidak sebagus tahun-tahun sebelumnya.

“Luwu Raya merupakan kabupaten yang notabene hasil perkebunan masyarakatnya berasal dari kakao kalaupun terjadi pemangkasan lahan tapi usahakan produktifitas meningkat, saya kira itu yang lebih tepat,”terangnya.

 

Sejumlah awak media Makassar foto bersama petinggi PT Mars Indonesia di Alamanda Room Hotel Aryaduta Makassar Rabu (6/6/2018)

Penulis : Nina Annisa

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.