Ada Apa dengan Gudang Cargo Bandara Internasional Hasanuddin

Makassar.daulatrakyat.id.Menindaklanjuti dari kejadian kehilangan Cargo dari Jakarta ke Makassar Bandara Sultan Hasanudin sebulan dua kali kehilangan dalam Area Cargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Untuk itu Pihak J&T salah satu perusahaan ekspedisi yang merasa dirugikan dengan System Keamanan Cargo Cround handling,pergudangan antara Bandara Cengkareng jakarta dgn Bandara Sultan. Hasanuddin, pada hari Sabtu (30/6/2018), sekira pukul 14.00 Wita, di jalan Veteran Selatan, Kota Makassar saat menggelar jumpa pers dengan awak media.

Menurut Assisten Direktur J&T Jakarta Adriansyah Halim mengatakan kendati kasus pertama belum disidangkan namun terjadi lagi kasus ke 2 dalam kurung waktu belum 1 bulan.

Adapun Laporan polisi ke 2 terlampir pada LPB/251/VI/2018/ SPKT / Tgl 25 Juni 2018.Ironisnya Pihak Maskapai , Ground Handling, Gudang cargo saling lempar tanggung jawab, khususnya dalam kasus pertama terbukti adalah tersangka karyawan dari pihak gudang cargo Angkasa Pura logistik yang berada di dalam Bandara Sultan Hasanudin Makassar.Input manifes barang yang turun dari pesawat tidak dicocokkan dengan jumlah barang.

“Regulasi Cargo mestinya diperbaiki. Sebab kami merasa pihak yang dirugikan. Dari kasus yang pertama, kami sudah melakukan permintaan rekonstruksi kepada pihak polisi. Namun kami disampaikan jika pihak aparat kepolisian masih disibukkan dengan kegiatan Pilkada,”ujarnya.

Dijelaskan belum kelar kasus pertama timbul lagi kasus kedua dengan jumlah kerugian pihak J&T jauh lebih besar.

“Namun kami sudah berkoordinasi dengan pihak Polda Sulsel yang nantinya akan melakukan rekonstruksi. Disini sangat disayangkan sebab pihak Maskapai bersikeras jika barang tersebut hilang di Jakarta,”jelasnya.

Ia menyesalkan sikap saling lempar tanggung jawab yang dilakukan pihak Angkasa Pura.

“Ada apa dengan sistem Ground Handling di Maskapai. Ini bukan lagi kelalaian akan tetapi ada jaringan terselubung didalamnya, sebab kasus ini sudah berulang kali terjadi,”paparnya.

Kendati berkas untuk ke Pengadilan belum ada dan oknum yang terlibat ada dari pihak Cargo berkasnya masih di Polda.Ia berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi semua pihak.

“Berat 179 Kilogram, isinya ada 30 buah Hp dengan kerugian sekitar kurang lebih 120 juta. Berdasarkan laporan korban dan barang bukti masih diamankan di pihak Polda. Saya berharap kasus ini bisa secepat mungkin selesai. Di Jakarta sendiri kami mendapat informasi kalau barang bukti tersebut sebanyak 30 buah berada di gudang Cargo Jakarta yang sudah diserah terimakan. Namun hilangnya satu unit handphone Customer kami yang di Makassar kami perlu penjelasan,”tambahnya.

Adanya sikap saling lempar tanggung jawab membuat pihak J&T semakin geram dan merasa dirugikan.

“Semoga Dinas Perhubungan terkait sistem Ground Handling yang selalu dianggap kelalaian input. Boleh lah kelalaian input tetapi barang saya kemana?” tuturnya.

Mengenai kehilangan ganti rugi, pihak J&T belum melakukan hal tersebut, disebabkan putusan sidang belum terjadi.

“Kalau masalah ganti rugi secara pribadi kami sudah lakukan dengan pihak korban. Ini semua kami lakukan untuk menjaga kepercayaan pengguna jasa kami. Setidaknya ada sistem pembenahan dalam gudang Cargo dan menjadi perhatian pihak Kementerian Perhubungan. Dari pihak Angkasa Pura sudah ada penyampaian adanya barang yang kurang dari jumlah yang sebenarnya” paparnya.

Pertemuan pihak J&T dihadiri oleh awak media Kota Makassar.

Sebelumnya diberitakan Polisi menangkap komplotan pengutil barang kiriman di Bandar Udara Sultan Hassanudin Makassar, Sulawesi Selatan. tiga dari enam pelaku diketahui merupakan karyawan bandara.

Keempat pelaku tersebut ialah yakni Asriadi (34), Jumardi (27), Andi Mustajab (30), dan Asma (31). Mereka ditangkap tim Resmob Polda Sulsel di Kabupaten Maros, Sulsel, pada Minggu (3/6/2018).

Kanit Resmob Polda Sulsel, AKP Edy Sabhara, mengatakan keempat pelaku ditangkap setelah polisi menerima laporan kehilangan barang berupa HP sebanyak 30 unit di pengiriman kargo Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

“Awalnya anggota kami melakukan penyelidikan dan mendapati penadah HP curian tersebut yakni SY. Kemudian dilakukan pengembangan atas kasus tersebut, hingga keempat pelaku utama akhirnya ditangkap,” ujar AKP Edy Sabhara, pada Senin (4/6/2018) dini hari.

Dikatakan Edy dari hasil pemeriksaan para pelaku mengakui aksi pencuriannya. Asriadi dan Jumardi merupakan karyawan kargo. Sedangkan Andi bekerja sebagai bagian keamanan kargo. Mereka berkomplot untuk mencuri 30 HP tersebut.

Sementara itu Asma, yang merupakan istri Asriadi, berperan dalam menjual hasil kejahatan mereka ke Kota Makassar dan Kabupaten Maros.

“Asriadi selaku karyawan cargo mengakui telah mencuri 30 unit HP tersebut dari bagian kargo Bandara Sultan Hasanuddin bersama dua rekan kerjanya Jumardi dan Andi Mustajab. Untuk Asma, dia berperan sebagai penjual hasil kejahatan mereka di media sosial, serta ke Kota Makassar dan Kabupaten Maros,” jelas Edy.

Selain itu, polisi juga mengamankan dua penadah beserta lima unit HP curian pelaku. Selanjutnya, para pelaku beserta barang bukti pun langsung dibawa Tim Resmob Polda Sulsel ke Mapolda Sulsel untuk diproses hukum lebih lanjut.

“Dua penadah yakni SY dan ME turut kami amankan beserta barang bukti lima unit HP hasil curian para pelaku,”kata Edy.

Penulis : Nina Annisa

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.