Penuhi Hak Anak, Bupati Indah Prioritaskan Aspek Pendidikan

Lutra, Daulatrakyat. id — Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) menggelar acara Penguatan Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA), Senin (21/1) kemarin, di Aula La Galigo Kantor Bupati Luwu Utara. Kegiatan ini juga rangkaikan dengan Pelantikan Pengurus Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Cabang Luwu Utara.

Kegiatan yang dihadiri Deputi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KP3A) RI, Leny Nurhayati Rosalin, ini dibuka Bupati Indah Putri Indriani. Hadir Ketua Umum APSAI, Luhur Budijarso, para Pengusaha, Forum Anak Kabupaten, Camat, Kades/Lurah, Kepala Perangkat Daerah, TP-PKK, Ketua Bhayangkari Cabang Luwu Utara Hana Boy, Waka Polres Kompol Amir Majid dan Asisten lll Muhammad Kasrum.

Bupati Indah Putri Indriani dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam pemenuhan hak anak, aspek pendidikan menjadi prioritas utama karena pendidikan merupakan komunikasi terbesar bagi anak. “Salah satu inovasi yang kami laksanakan di Luwu Utara untuk memenuhi hak anak ada dalam program Sarjana Mengajar yang ditempatkan di daerah-daerah terpencil,” ujar Indah Putri Indriani.

Indah berharap, dengan adanya kegiatan Penguatan Gugus Tugas KLA, maka akan semakin memberikan wawasan dan pemahaman terhadap seluruh stakeholder di dalam mengawal kebijakan pemerintah terhadap pelayanan anak di Luwu Utara. “Hak anak sebagaimana yang tertuang di dalam indikator KLA menjadi tugas kita bersama untuk mengimplementasikannya melalui kebijakan yang sesuai dengan tugas dan fungsinya,” ujar jelas Indah.

Sementara itu Deputi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Leny Nurhayati Rosalin, mengatakan, makhluk yang paling rentan di muka bumi ini adalah anak. Untuk itu, ia mengajak kepada seluruh pihak agar mencari solusi atas segala permasalahan yang timbul di lingkungan anak. “Mari ubah mindset kita dengan cara pencegahan bullying di semua lingkungan seperti di sekolah dan rumah serta berharap tidak ada lagi yang menikah muda alais menikah di bawah umur,” harap Leny. (jal/hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.