Pemprov Sulsel Appresiasi Bazzart Properti Rei-Fajar di Kawasan Industri Makassar

Makassar.daulatrakyat.id.Pameran REI- Fajar Bazaar Properti resmi dibuka di Pelataran Parkir Kantor PT Kawasan Industri Makassar (KIMA), Jalan Kapasa Raya Kota Makassar, Kamis (8/11/2018).

Pameran yang diikuti oleh 40 peserta, yang terdiri dari perusahaan pengembang dan perbankan. Lokasi perumahaannya pun tersedia di lebih dari 70 titik, dengan jangkauan daerah diantaranya Kabupaten Maros, Gowa, dan kota Makassar.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Provinsi Sulsel, Ir H Andi Bakti Haruni mengatakan, pentingnya digelar pameran perumahan sebagai bentuk edukasi dan sosiaisasi kepada masyarakat dalam memperoleh hunian khususnya pada karyawan atau pekerja yang membutuhkan rumah.

“Semoga event ini akan berlanjut lagi kedepannya dan lebih besar lagi dari sekarang.Saya juga berharap semua pihak dapat bersinergi dengan maksimal,”kata Andi Bakti.

Mengutip pernyataan Gubernur Sulsel yang meminta pemerintah harus melayani dan berintegritas. Dimana peran antara Pemprov dan Pemda harus bersinergi dengan para pengembang dalam memberikan kemudahan terkait layanan dan akses Kredit Kepemilikan Rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Selain itu, mantan Pj Bupati Bone ini mengungkapkan bisnis properti di Sulsel meningkat 25 persen. Hal itu menjadi patokan, jika taraf ekonomi masyarakat Sulsel masih baik.

“Meskipun mungkin masih belum tercapai sebagaimana yang diharapkan. Tapi dengan ini, perkembangan ekonomi di Sulsel semakin meningkat artinya kesejahteraan masyarakat Sulsel juga semakin membaik. Kalau dilihat promo di Pameran ini juga lumayan murah dan terjangkau,”aku Andi Bakti.

Ia menyatakan kesyukurannya pada REI karena telah bersinergi dengan media Fajar dan Kima dalam membuat event yang akan jadi agenda tahunan.

Dengan sinergitas yang ada kata dia Sulsel mampu memenangkan
persaingan dengan merealisasikan beberapa hal antara lain mampu membaca data dan informasi,ada komunikasi antar semua pihak.

Ia juga meminta pada para pengembang agar bersikap kritis jika ada hal terkait tata ruang atau mekanisme pemerintah yang mengganjal.

“Pemerintah kadang butuh kritikan dan alangkah baiknya jika hal itu disampaikan dengan cara yang tepat,”tambahnya.

Selain itu kompetensi, dan kolaborasi dan kinerja serta kemampuan literasi seperti penataan lingkungan terkait dan kemampuan keuangan juga menjadi faktor penting dalam menjalin sinergitas untuk memajukan industri properti.

Sementara Dirut PT KIMA, Abdul Muis berharap pameran tersebut menjadi suatu agenda tahunan yang menjadi role model bagi KIMA. Menurutnya, pameran properti menjadi sangat penting diadakan, karena masih banyak karyawan yang belum memiliki hunian.

“Pameran ini akan menjadi agenda tahunan dan menjadi edukasi untuk karyawan bahwa memperoleh hunian itu tidak sulit,”pungkasnya.

 

Penulis : Nina Annisa

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.