Pelayanan Publik di Sulbar Masih Buruk

Sulbar (DR)— Pelayanan publik yang buruk salah satu point penting dalam mereformasi birokrasi. Praktek mal administrasi masih termasuk cukup tinggi di Provinsi Sulawesi Barat. Hal itu dapat dilihat dengan banyaknya pengaduan ke lembaga Ombudsman Perwakilan Sulbar.

Menganggetkan data-data itu meluncur deras masuk ke ruang grub OS. Ketika salah seorang Admin Grub Muliadi Prayitno meminta terkait data Mal administrasi di Sulbar. Angka-angka itu seolah menjadi PR besar bagi pemimpin Sulbar kedepan.

Melihat rentetan angka pengaduan ke ombusdman. Daulat Rakyat mencoba mengkonfirmasi lewat WA kepada Ombusdman Sulbar Lukman Umar. Seperti apa pesan singkatnya ?

Pada tahaun 2013 pengaduan yang masuk sudah tuntas. Ditahun 2014 sisa pengaduan 0,5% dari target nasional 15%. Tahun berikutnya 2015 sisa 10% dari target nasional 25%. Sedagkan pada akhir tahun 2016 sisa 25% ,dari target nasional 35%.

Kepala Ombusdman Sulbar ini mengakui, jika jumlah laporan dan wilayah yang sangat luas, dengan personil hanya 5 orang. Tentu sangat mempengaruhi pencapaian kerja yang maksimal. Beragam aduan dan mall administrasinya Lukman mencoba menyelesaikan semaksimal mungkin setiap aduan yang masuk. Ditanya terkait klassifikasi kuning dan merah,” nanti awal januari 2017 kita rilis pak,’  ujar Lukman lewat pesan pendeknya Via WA 24/12 (salim/DR)

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.