Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Agus SB Pamitan, Ini Kesan dan Pesannya

Makassar.daulatrakyat.id.Selama tiga tahun bertugas sebagai Panglima Kodam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Agus SB malam ini menggelar zikiran yang dirangkaikan ceramah Agama oleh Abd Rahman Qayyum sekaligus Pangdam Mayjen TNI Agus SB ijn pamitan dihadapan para akademisi,alim ulama dan tokoh masyarakat.

Zikiran yang diawali dengan sholat Magrib berjamaah dilanjut baca yasin,zikiran,ceramah agama,sholat Isya berjamaah di Baruga Sultan Hasanuddin berlangsung dengan khidmat.

Abd Rahman Qayyum dalam ceramah agama yang disampaikan mengaku bangga dengan kepemimpinan Mayjen TNI Agus SB yang bermasyarakat dan religius.

” Selamat jalan pak semoga perjalanan karier bapak kedepannya diridhoi Allah Swt dan senantiasa dalam lindungan Allah Swt sekeluarga,”kata Ustad Rahman Qayyum.

Salah seorang tokoh masyarakat yang juga mantan rektor Unhas Prof Basri mengaku bangga dengan kepemimpinan dan karakter yang dimiliki Pangdam.

Tak hentinya prof Basri memuji bahkan mendo’akan Mayjen TNI Agus SB senantiasa diberkahi hidup keluarga dan kariernya.

“Semoga kemuliaan dan kesehatan semakin bertambah pada pangdam dan seluruh jajarannya,”kata Prof Basri dalam sambutannya.

Seperti diketahui Pangdam baru saja lulus Pasca Sarjana jurusan Komunikasi dengan nilai yang memuaskan otomatis beliau sudah menjadi bagian dari keluarga besar Unhas.

“Mewakili masyarakat Sulsel saya menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian pangdam di Sulsel yang banyak meninggalkan kesan baik selama bertugas di Sulsel,do’a kami semua mengiringi perjalanan bapak di Jakarta kita menantikan cerita sukses dari bapak,”kata Prof Basri Hasanuddin MA mengakhiri.

Sementara itu Pangdam Mayjen TNI Agus SB saat memberikan kesannya mengaku sangat mencintai Sulawesi Selatan dan maayarakatnya.

Dikatakan Agus bahwa Jabatan Pangdam adalah jabatan paling favorit di TNI karena menguasai teritorial dan ia sangat bersyukur dan bangga mendapatkan mandat dan bertugas disini.

Kendati banyak tantangan yang harus dilalui namun bukan masalah baginya dalam menuntaskan semua tugas negara yang diembannya.

“Alhamdulillah dalam waktu 7 bulan saya berhasil menuntaskan teroris di Poso,hingga akhirnya Santoso tertembak tepatnya pada 17 July 2 tahun lalu,”paparnya.

 

Sinergitas dengan masyrakat dan prajuritnya membuat satuan TNI mampu melaksanakan tugas dengan baik.Disamping pendekatan emosional dan kekuatan spiritual menjadi faktor utamanya dalam bertugas.Terbukti Poso aman sampai sekarang.

“Tentara itu sahabat rakyat,prajurit tidak boleh menakutkan bagi masyarakat.Alhamdulillah Sulsel aman dan lancar meskipun ada event besar seperti pilkada serentak 2017-2018.Trima kasih dukungan dan kerjasamanya selama ini.Saya dan istri meminta maaf dan memohon do’a restu jika selama ini terdapat kekurangan selama saya memimpin.Mari jadi muslim yang baik,kaffah dan bermanfaat bagi orang lain dan mari kita jadikan setiap perbedaan untuk menyatukan kita,” pesannya.

Ia berharap masyarakat Sulsel dan semua prajurit untuk tetap menjaga kedamaian,melaksanakan ajaran islam dengan baik hindari fitnah dan hoax agar Sulsel semakin aman kedepannya.

Pengajian semalam ditandai pemberian piagam pada sejumlah mahasiswa,tokoh masyarakat,ulama dan akademisi.

Kendati meninggalkan Sulsel baginya sangat berat namun tugas negara kembali memanggilnya untuk bertugas ke Mabes TNI RI.Tampak ia begitu mencintai Sulsel,adat istiadat dan keramahan masyarakat Sulsel tak heran jika ia dan istri jiwanya sudah menyatu di Sulsel.

 

Penulis : Nina Annisa

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.