
Luwu Utara, daulatrakyat.id – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Luwu Utara menggelar Rapat Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum lama ini.
Rapat penting ini dilaksanakan dalam rangka mengevaluasi serta merumuskan sejumlah strategi baru untuk mendongkrak penerimaan daerah yang dinilai masih belum maksimal.
Rapat ini dipimpin langsung Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Pemda Kabupaten Luwu Utara, Drs, H, Aspar. Ia didampingi Kepala Bapenda, Andi Elly Yanti.
Dalam arahannya, Aspar secara terbuka mengakui bahwa capaian PAD Luwu Utara saat ini masih tergolong rendah bila dibanding dengan beberapa kabupaten/kota lain di Sulawesi Selatan.
Namun, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan karena minimnya sumber daya, melainkan karena pengelolaan potensi yang belum optimal. Sehingga rapat ini untuk mencari solusi terbaik.
“Potensi kita di Kabupaten Luwu Utara ini sebenarnya sangat besar sekali, tidak kalah dari daerah lain di Sulawesi Selatan ini,” tutur Asisten II, Aspar, dengan nada yang sangat optimis.
Ia memberikan contoh konkret mengenai melimpahnya potensi komoditas pasir di wilayah Luwu Utara. Menurutnya, sektor galian C ini memiliki nilai ekonomis tinggi jika dikelola dengan regulasi yang tepat dan improvisasi yang baik.
“Ini jika kita kelola dengan baik, insya Allah akan mampu memberikan sumbangan yang signifikan bagi pendapatan daerah kita,” bebera mantan Kepala Bapperida Luwu Utara ini.
Selain sektor galian C, Aspar juga menyoroti sektor pajak dan retribusi kendaraan. Menurutnya, sektor ini menyimpan potensi raksasa yang belum tergarap sepenuhnya.
Aspar meyakini, melalui tata kelola yang lebih intensif, inovatif, serta terintegrasi, PAD Kabupaten Luwu Utara dapat melonjak pesat di tahun-tahun mendatang jika dimaksimalkan dengan baik.
Untuk itu, ia berharap penuh agar Tim Satgas PAD yang akan dibentuk dapat bekerja lebih ekstra dan taktis dalam mengawal dan memaksimalkan sektor-sektor potensial yang ada di Luwu Utara.
Langkah penguatan PAD ini juga mendapat pengawalan ketat dari unsur Forkopimda. Hal itu jelas terlihat dengan hadirnya beberapa elemen Forkopimda dalam rapat koordinasi kali ini.
Beberapa di antaranya adalah Anggota DPRD Komisi III, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri, Kanit Tipikor Polres, Danramil Sabbang, Perangkat Daerah pengampu PAD, para Camat, dan staf Bapenda.
Kehadiran mereka menegaskan adanya komitmen bersama untuk menciptakan transparansi, akuntabilitas, dan ketegasan dalam mengejar target PAD untuk pembangunan Luwu Utara. (lhr/jal)













