Optimalkan Pariwisata,NA Minta DPD Asita dan Disbudpar Sulsel Lebih Bersinergi

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.ID.Rapat Kerja DPD Asita Sulsel sukses menghasilkan beberapa program yang akan segera direalisasikan melalui koordinasi Asita,Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel dan stakeholder lainnya.

Rakerda yang digelar pada Sabtu kemarin dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulsel Andi Musaffarsyah,sejumlah stake holder dan pelaku wisata maupun travel agent.

Ketua DPD Asita Sulsel Didi Leonardo Manaba mengatakan sesuai tema Rakerda Optimalisasi dan Pengembangan Destinasi Wisata dan pembenahan destinasi lama salah satu yang menjadi pembahasan adalah objek wusata yang instagrammable.

“Artinya sebuah destinasi yang menghasilkan banyak pengunjung jika tempat tersebut mengediakan spot Foto keren,karena berwisata terasah tidak lengkap jika tak berfoto,”ujarnya.

Seperti kita tahu lanjut Didi yang mendominasi wisatawan berasal dari milenial dengan usia rerata 20 tahunan keatas.Zaman ini kalangan milenial adalah pangsa pasar terbaik pariwisata Indonesia.

“Dalam Rakerda kali ini salah satu yang didorong yakni pengembangan destinasi wisata baru,untuk itu membutuhkan sinergitas antar stakeholder khususnya dengan pemerintah dalam mendongkrak jumlah kunjungan wisata domestik maupun mancanegara,”tambah dia.

Langkah awal program pihak Asita bakal melakukan rapat koordinasi dan evaluasi mana saja yang akan lebih dulu dikerjakan.

“Tujuan kita mengembangkan destinasi wisata baru twrmasuk bagaimana cara mendongkrak kunjungan wisatan dengan promo paket menarik,”jelas Didi.

Sementara itu Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengatakan langkahnya menggenjot infrastruktur untuk kemudahan dan kecepatan perjalanan menuju daerah tujuan wisata khususnya akses menuju Toraja.

“Akses jalan tentu harus diperhatikan. Kalau jalan bagus dna fasilitas lainnya mendukung, orang akan datang dengan tersenyum ke Sulsel,” tuturnya.

Nurdin Abdullah menambahkan bahwa pada dasarnya kenyamanan dan keamanan dalam berwisata adalah kelancaran dan kemudahan akses menuju lokasi wisata.

“Iklan yang paling bagus itu kenyamanan. Kalau orang sudah merasa nyaman. Maka dia akan datang ke tempat tersebut,”ucapnya

Untuk target kunjungan wisatawan Sulsel 2019 ia enggan menjawab.Lagi-lagi NA menegaskan yang perlu dilakukan pertama yakni pembenahan sebelum menetapkan target.

“Jadi tahun ini kita akan fokus membenahi. Jalan diperbaiki, ada rest area yang bisa dijadikan tempat untuk pertunjukan budaya,”kata Prof Nurdin Abdullah menambahkan.

Mantan Bupati Bantaeng dua periode tersebut juga meminta Asita dan Disbudpar Sulsel lebih bersinergi dalam mengembangkan dan mengoptimalkan sejumlah destinasi lama agar dibenahi dan penguatan promosi destinasi baru.

Selain itu Didi kembali menjelaskan pentingnya Halal Tourism yakni sertifikasi halal bagi para pengusaha hotel dan restaurant yang harus terus didorong sesuai imbauan kementrian Pariwisata.

Ketua DPC PHRI Makassar Kwandi Salim menambahkan tahun ini akan bersikap tegas dalam mempercepat realisasi sertifikasi halal bagi setiap pengusaha hotel dan restaurant di Makassar sesuai imbauan Kementrian Pariwisata.

Penulis : Nina Annisa



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.