Nurdin Abdullah Sapa Alumni UGM Asal Sulsel

*Pemprov – UGM Tandatangani Nota Kesepahaman Bidang Pendidikan

Makassar.daulatrakyat.id.Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah menyapa alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) asal Sulsel dalam sebuah perjamuan makan malam di Taman Lakipadada Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Sungai Tangka, Makassar.

Pada kesempatan ini ditandatangani nota kesepahaman antara Pemprov Sulsel dengan UGM untuk bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat.

Silaturahmi ini bertajuk UGM Menyapa Alumni Provinsi Sulawesi Selatan dengan tema “Membangun Sinergitas UGM, Pemda dan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Sulawesi Selatan Untuk Mengembangkan Potensi Daerah”.

Terlihat hadir Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ika Dewi Ana dan Wakil Rektor Bidang Usaha Kerja Sama dan Alumni Dr. Paripurna SH, M.Hum, LL.M.

Lagu Indonesia Raya dan juga Hymne Gadjah Mada dinyanyikan dengan khidmat oleh para alumni termasuk Dekan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Farida Patittingi serta beberapa alumni dari Unhas, UIN, UNM, Unismuh dan Bosowa.

Nurdin Abdullah dalam sambutannya, mengatakan berbangga dengan hadirnya Rektor UGM dan jajaran beserta para alumni di Sulsel.

“Saya mengapresiasi UGM yang telah melahirkan banyak pemimpin, bangsa dan instansi. Diantaranya, Pak Jokowi, di Sulsel juga melahirkan Rektor UNM (Husain Syam), ini mereka orang-orang hebat,” sebut Nurdin Abdullah.

Bagi Nurdin Abdullah, mahasiswa UGM adalah mahasiswa yang aktif dan inovatif. Banyak karya yang mereke ciptakan, diantaranya, sumur irigasi.

Ia juga berharap, Pemprov dan UGM bisa bersinergi bidang penelitian. Pemprov Sulsel memiliki bagian Litbang, yang tentu diharapkan bisa menjadi pendorong inovasi di daerah.

“Saya kira, apa yang ditandatangani tadi, bisa kita wujudkan dalam kerja yang lebih konkrit dan bisa menghasilkan sebuah kerjasama yang saling menguntungkan,” sebutnya.

Sementara itu, Panut Mulyono, mengucapkan selamat atas jabatan yang diamanahkan kepada Nurdin Abdullah sebagai gubernur.

Panut, mengatakan UGM sangat bangga pada alumninya selalu kompak dan menyatu dimana pun mereka berada. Salah satu kekuatan alumninya adalah sikap yaitu guyub (menyatu/rukun). UGM selalu berusaha sekuat tenaga agar kontribusinya sebagai besar bagi bangsa Inddonesia.

“Dukungan alumni pada UGM adalah mutlak, tidak ada perguruan tinggi di seluruh dunia maju tanpa dukungan alumninya,” paparnya.

Pada kesempatan ini mereka juga memberikan bantuan kepada korban bencana Palu, Sigi dan Donggala sebesar Rp50 juta. Terdapat 200 mahasiswa dari Sulteng dan NTB yang ada di UGM mereka dibebaskan biaya uang kuliah tunggal (UKT).

Farida Pattitingi yang juga Ketua Pemda dan Kagama Sulsel, mengatakan, alumni di Sulsel berjumlah sekira 450 orang yang menyebar dalam berbagai bidang.

“Saya setiap saat walaupun tidak selalu ketemu tetapi diskusi dan perdebatan kami lakukan melalui What’s Up. Berbagai isu kami bahas, itulah ciri khas UGM,” katanya.

Ia juga menyampaikan, alumni akan memberikan kontribusi sekecil apapun dimana mereka. Termasuk di Sulsel.

Ia juga mengapresiasi komitmen Gubernur Sulsel NA dalam dunia pendidikan untuk memberikan kontribusi pada pemerintah daerah.

Sementara itu, alumni mengapresiasi bentuk kegiatan ini, dan menilai sambutan Pemprov Sulsel positif.

“Kami sebagai alumni sangat berbahagia Rektor datang langsung menyapa kami alumni dan disambut meriah oleh Gubernur Sulsel. Ini bentuk apresiasi yang sangat besar bagi kami,” Burhan Kadir Dosen, salah satu alumni yang saat ini bekerja sebagai dosen di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin.

Terkahir, kegiatan ditutup dengan dialog bersama Gubernur NA dan alumni UGM.(*)

 

Editor : Nina Annisa

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.