Meraih Gelar Magister Administrasi Publik di Hari HPN,Ini yang Disampaikan Renny.

Meraih gelar Magister Administrasi Publik tepat pada 10 November 2018, ini yang disampaikan Renny.

Sukses menggelar Wisuda XXXVII 2018 Program Sarjana dan Magister Sabtu 10 november 2018 pukul 09.00 pagi bertempat di Hotel Sheraton makassar. STIA-LAN Makassar patut berbangga atas terselenggaranya acara yang berlangsung lancar dan khidmat disertai berbagai hiburan menarik dan edukatif.

Hadir Kepala LAN RI, seluruh Unsur Pimpinan dan Jajaran staf STIA-LAN Makassar, 262 Alumni yang terdiri dari 87 orang wisudawan sarjana, dan 175 orang wisudawan Magister beserta keluarga masing-masing dan ketua IKA Alumni Jufri Rahman sekaligus mewakili sambutan gubernur yang tak sempat hadir.

Hadir sebagai salah satu Wisudawan Program Magister, yang juga merupakan Ketua Umum Nasional De’Polic Indonesia yakni Renny Puteri Harapan Rani Rasyid. Resmi meraih gelar M.AP (Magister Administrasi Publik).

Tak sekedar lulus, Renny berhasil melahirkan karya berupa Jurnal Administrasi Publik yang terakreditasi nasional diterbitkan oleh STIA-LAN Makassar versi online dan cetak. Bersama Anirwan yang juga merupakan alumni STIA-LAN Makassar 2012 lalu, dirinya juga telah menulis sebuah buku berjudul Citizen’s Charter sebagai Inovasi Pelayanan Publik.

Ditemui usai acara berlangsung, Renny menyampaikan kesan dan pandangannya terkait penyelenggaraan wisuda yang juga bertepatan pada hari pahlawan 10 november hari ini.

Menurutnya momentum kali ini memiliki value yang tinggi tak hanya secara historical akan tetapi sebuah awal baru bahwa perjuangan hari ini berada di pundak para generasi muda indonesia.

“Tongkat estafet perjuangan dalam era pembangunan saat ini telah beralih di tangan kita selaku generasi bangsa. Interpretasi tentang kepahlawanan dan frame perjuangan juga telah bergeser seiring dengan kebutuhan zaman.” demikian pungkas perempuan yang juga seorang politisi sekaligus penulis opini ini.

Menurutnya, salah satu tantangan ke depan adalah bagaimana pemerintah dan seluruh elemen masyarakat memberikan atensi terhadap pembangunan sumber daya manusia yang diyakini menjadi hal krusial sebagai kebutuhan fundamental.

Tanpa  hal tersebut, seberapa banyak sumber daya alam dan modal lain yang kita miliki akan terbuang begitu saja jika tidak dikelola oleh sumber daya manusia yang unggul, kompetitif dan mumpuni.

Untuk itu kata dia pendidikan baik pada tatanan formal maupun pendidikan informal harus terus didorong dan ditingkatkan tidak hanya secara kuantitatif akan tetapi juga memperhatikan aspek kualitatifnya.

Inilah sebagai tanggungjawab bersama yang harus dijawab demi memenuhi kebutuhan pembangunan sebuah bangsa yang ingin maju dalam segala bidang. Tentunya dibutuhkan diskusi mendalam dan lebih jauh dengan seluruh pihak terkait bagaimana membawa cita-cita bangsa yang termaktub jelas dalam pembukaan UUD 1945 ini menjadi sebuah realita yang kita harapkan bersama.

Kaum muda saat ini harus jeli menangkap peluang dan dapat lebih leluasa memilih akan menjadi apa dan kontribusi apa yang dapat diberikan sesuai dengan background pendidikan dan skill yang dimiliki apalagi di era persaingan terbuka yang sarat akan akselerasi dan issu strategis tentu suatu tantangan tersendiri dalam memilih peran dan karya apa yang dapat diberikan oleh masing-masing kita selaku penggerak perubahan. Jelas ini merupakan perwujudan nilai kepahlawanan yang akan terus dinamis dari waktu ke waktu baik dari segi pemaknaan maupun pengejawantahannya.

Mengutip sebuah quote, Kesuksesan bukan seberapa banyak uang yang kau hasilkan, tetapi tentang dampak yang kau berikan dalam kehidupan. (Michelle Obama – Istri Barrack Obama).

Renny berharap bahwa manusia-manusia unggul dapat bersaing secara sehat, terbuka dan tetap sinergis untuk mengisi tiap ruang publik demi membangun bangsa dan negara agar lebih maju dan beekompetisi dengan bangsa-bangsa lain di masa mendatang.(*)

 

Editor : Nina Annisa

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.