Mensos RI Serahkan Santunan Rp910 Juta pada Korban Karamnya KM Lestari

Selayar.daulatrakyat.id.Kementerian Sosial RI menyerahkan santunan senilai 910.000.000 bagi korban selamat dan ahli waris korban meninggal dunia.

“Presiden kita, Bapak Jokowi, berpesan kepada saya, Pak Mensos segera kesana, dua pesan yang disampaikan presiden, pertama berikan bantuan untuk seluruh korban baik yang meninggal maupun selamat dan kedua jangan persoalkan manifes, ini kondisi tidak normal. Rakyat kita ini sudah susah, jangan semakin dibuat susah”, tegas Mensos dalam sambutannya dalam acara Penyaluran Bantuan Sosial Korban Kapal Karam KMP Lestari Maju di Perairan Kabupaten Kepulauan Selayar di Pendopo Bupati Selayar (06/07/2018).

“Saya turut merasakan apa yang bapak ibu rasakan, kehadiran kami ini merupakan bentuk negara hadir di tengah bencana seperti ini”, jelas Idrus dihadapan korban dan ahli waris KMP Lestari Maju.

Mensos menjelaskan bahwa santunan tersebut diberikan kepada 35 orang ahli waris korban meninggal senilai Rp.15.000.000 per orang dan 154 orang korban selamat senilai Rp.2.500.000,- per orang. “Yang kami siapkan sekarang sejumlah ini, saya percayakan kepada Bapak Bupati untuk memberikan rekomendasi untuk korban lainnya, sesuai dengan arahan Presiden, seluruh korban akan dibantu”, tambahnya.

Mensos mengaku setelah mendengar dan menerima laporan adanya kejadian tersebut langsung memerintahkan Taruna Siaga Bencana atau TAGANA terjun kelapangan untuk membantu pencarian korban dan mendirikan dapur umum. Dapur umum Kemensos berdiri di Pelabuhan Bira dan Pulau Selayar lokasi karamnya kapal Lestari Maju.

“Kita akan layani semua kebutuhan makan korban dan keluarganya termasuk tim gabungan yang melakukan evakuasi,” tambah Idrus.

Ia menyampaikan bahwa dirinya saat tiba di Selayar menggunakan pesawat, langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) di Pantai Pabadilan Kecamatan Bontomatene, Kepulauan Selayar. Bahkan ia menyempatkan ke rumah sakit setempat dan juga salah satu rumah korban untuk memberikan semangat.

“Kami bersama TNI, Polri dan Basarnas serta seluruh pihak terkait berupaya melakukan pertolongan semaksimal mungkin kepada korban. Keselamatan adalah hal yang penting, tentu dengan kejadian ini kita evaluasi sepenuhnya,” katanya.

Mensos memberikan apresiasi kepada tim penyelam Basarnas yang telah bekerja luar biasa dan tanpa pamrih walaupun dengan ombak yang tinggi. “Dikala ada bencana seperti ini, negara hadir, representasi dari negara adalah kolektivitas tanggung jawab dari seluruh elemen yang ada”,ujarnya.

Mensos yang didampingi Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial, Harry Hikmat, Bupati Kepulauan Selayar, Muh Basli Ali, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Selayar.

Seperti diketahui data terakhir per 6 Juli 2018, hasil evakuasi yang dilakukan Basarnas sejak hari pertama peristiwa terjadi, dari sejumlah 189 orang penumpang, 155 orang ditemukan selamat, 34 orang meninggal dunia dan 1 orang dalam proses pencarian. Sebagian dari korban masih dirawat di rumah sakit dan sebagian sudah kembali ke rumah masing-masing. (*)

 

Editor : Nina Annisa

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.