Menhankam RI Sulsel Bersinergi Pemkot Makassar Gelar Dialog Kebangsaan

Pemkot Makassar bersama Kementrian Pertahanan dan Keamanan gelar Bincang-Bindang Kebangsaan dengan tema ‘Sinergitas Untuk Memperkokoh Nasionalisme” di Cafe Red Corner Rabu malam (15/8/2018).

Pejabat PKP RI Sulsel Mayor Jendral TNI Wahyu Agung Prayitno dalam paparannya saat membuka dialog tersebut mengatakan kebanggaannya menjadi anak bangsa yang memiliki satu tujuan yang sama.

Menurutnya Nasionalisme dalam perspekstifnya merupakan cara kita dalam bersinergi demi memperkuat kesatuan banga.

“Malam ini kita berada disini dengan status yang sama sebagi anak bangsa.Meski status dan latar belakang kita berbeda namun malam ini kita bersatu di cafe sederhana ini.Jangan pernah lelah berbuat terbaik untuk negeri ini,”papar Wahyu.

Hadir juga sebagai Narasumber Prof Dr Basri Madding SE Msi Rektor UMI ia memaparkan tentang arti dan makna Pancasila yang pada intinya menjaga hubungan silaturrahim dan persatuan.

“Ada lima sila yang harus kita jalankan amanahnya,jika semua makna Sila kita terapkan maka makna kebangsaan dalam diri kita akan menyatu.Jangan pernah keluar dari nilai-nilai pancasila,”pesannya.

Wahyu menambahkan pentingnya menumbuh kembangkan semangat nasionalisme salah satu caranya dengam menggelar dialog kebangsaan ini.

Ia juga menjelaskan bahwa Pemkab adalah perpanjangan tangan dalam menyelenggarakan pemerintahan dimana kita saat ini sedang bersaing menghadapi ketatnya tantangan dan persaingan global antar negara.

Sebagai negara yang memiliki kekayaan alam yang kaya akan Sumber Daya Alamnya tentunya pihak asing berlomba-lomba ingin menguasai Indonesia.

“Tentu kita tidak ingin negara kita dikuasai oleh pihak asing.Tugas kita mempertahankan kedaulatan negara disemua sektor,keutuhan negara artinya tidak ada sejengkal tanah pun yang akan diambil oleh asing,jaga keselamatan,hak dan milik kita dari segala kehancuran.
Mencintai bangsa dan negara dengan ikhlas dan berbuat yang terbaik untuk negara dan bangsa,,”pesan Wahyu dalam paparan dan imbauannya bagaimama menyikapi ari nasionalisme yang sebenarnya.

 

Moch Hasymi Ibrahim narasumber perwakilan budayawan menceritakan tentang menjaga kedaulatan NKRI dengan meneruskan budaya dan kearifan lokal.

Hadir pula Arwan Tjahyadi narasumber sebagai perwakilan pengusaha yang memandang perspektif nasionalisme adalah menyatukan perbedaan tanpa sekat didalamnya.

Perwakilan tokoh agama Yonggris Lao juga turut menyampaikan pentingnya menjaga nasionalisme dengan menakar perbedaan dan bersatu dalam bingkai kesatuan yang berbhineka tunggal ika.

Salah satu peserta dialog perwakilan buruh menyatakan dirinya ingin menumbuhkan nasionalisme dengan diikut sertakan dalam upacara 17 Agustus bersama pemerintah.

Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto memaparkan nasionalisme merupakan semangat kemerdekaan yang ada dalam diri kita dengan menghrgai para pendahulu pahlawan yang telah mendahului kita.

Menurut walikota yang akrab disapa Danni Pomanto tersebut didunia ada 4 macam type manusia.

Ia mencontohkan empat karakter masyarakat antara lain pertama masyarakat yang banyak bicara namun kurang kerja,kedua banyak bicara dan banyak kerja itu adanya di Amerika Selatan sedang di Jepang masyarakatnya banyak kerja kurang bicara sedang di Afrika tidak bekerja dan tidak bicara.

Namun di Indonesia kata dia lain lagi karena masyarakat Indonesia pada umumnya gak nyambung dalam logat Makassar berarti lain dibicarakan lain juga dia laksanakan.

“Mari kita tingkatkan sinergitas kita dalam memajukan bangsa dan negara khususnya dilingkup pemerintahan kota Makassar,”imbuhnya.

Walikota DP dalam closing statementnya mengajak masyarakat Makassar untuk bahagia ber -Indonesia.Bekerja dengan misi hari ini harus lebih baik dari kemarin

“Secara luas saya simpulkan Nasionalisme merupakan kontribusi kita pada negeri ini artinya kita mengorbankan diri sendiri demi orang banyak,demi kepentingan bangsa dan negara,”pungkasnya.

 

Penulis : Nina Annisa

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.