Menelusuri Dugaan Kejanggalan Aliran Dana Bidikmisi Unsulbar

Majene.daulatrakyat.id- Ditemui diruang kerjanya di gedung Rektorat Unsulbar Rabu kemarin (10/10/18) Kabag Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Negeri Sulbar ( Unsulbar) Drs Muslimin.MM tengah menyodorkan satu bundel pertangungjawaban terkait realisasi anggaran kegiatan bidikmisi.

Sebelumnya tangannya nampak sibuk membolak balik dokumen pertanggungjawaban. Lalu ia membuka point penting didalam dokoment tersebut.

Dia mengatakan kegiatan terebut diikuti oleh 4 orang narsumber. Narasumber yang dia maksud adalah adalah Rektor Unsulbar, Warek I , Warek II, dan Karo Abd Latif.

Sedangkan moderator menurut dia, 3 orang termasuk dirinya. Kegiatan maba bidikmisi itu dilakukakan di Masjid Agung Majene 28 Oktober 2017 lalu.

Dalam dokumen LPJ miliknya itu tercantum honor moderator dan pemateri.

Dokumen LPJ yang diperlihatkan kepada daulatrakyat.id tercantum honor moderator 3 orang dan honor narasumber 4 orang. Dengan rincian masing-masing narasumber dihitung perjam. Setiap narsumber menghabiskan waktu 2 jam. Dengan total honor Rp. 5.440.000. Begitu pula honor moderator 3 orang.

Pada item kegiatan seharusnya ada sewa gedung. Lantas jika di masjid Agung dilaksanakan. Apkah ada sewa gedung? Lagi Muslimin tak mampu meperlihatkan bukti sewa gedung.

Sebab dalam dokumen LPJ miliknya hanya 4 buah foto yang menjadi dasar pertanggungjawaban admistrasi.

Hasil penelusuran daulatrakyat.id dokomen LPJ milik Kabag Akademik Unsulbar jauh berbeda dengan dokumen laporan penggunaan dana pengelola bidikmisi yang sudah di cairkan di KPPN Majene.

Dari KPPN laporan penggunaan dana pengelola bidikmisi Unsulbar tahun 2017 disebutkan, honor pemateri Rp. 6.400.000. Nama pamateri hanya 1 orang yaitu Abd Latif Dollah. Sedangkan honor moderator tertulis Rp.2.430.000, atas nama Drs.Muslimin.MM.

Jika membandingkan dokumen LPJ yang dimiliki Muslimin dengan laporan penggunaan dana pengelola bidikmisi yang sudah dicairkan KPPN. diduga ada kejanggalan dan patut di pertanyakan.

Dugaan rekayasa LPJ milik Kabag Akademik ini makin menguat dengan tak mampunya menunjukan dokumen fisik foto-foto kegiatan ke 4 pemateri dan 3 orang moderator. Ditambah belum jelasnya sewa gedung. Padahal dalam LPDP bidikmisi dari KPPN jelas tertulis sewa gedung Rp.5.159.000.

Belum lagi penggunaan anggaran diduga tak sesuai Permenkeu No.33/PMK.02/ 2016 tentang standar biaya masukan tahun 2017.

Ironisnya Kabag Akademik ini tak tahu menahu soal jumaah anggaran dalam kegiatan tersebut.” Total anggarannya saya tidak tahu pak,” ujarnya dengan ekpresi wajah tak karuan.

Informasi yang dihimpun daulatrakyat.id memunculkan pula kejanggalan. Dimana kegiatan penerimaan Maba Bidikmisi dan sosialisasi bidikmisi diduga memiliki anggaran tersendiri. Tapi salah satu kegiatan tersebut diduga nyantol alias disatukan. Lantas bagaimana model pertanggungjawabannya? Wallahualam.

Foto inilah yang dijadikan LPJ Adimistrasi Kegiatan Bidikmisi Unsulbar

Penulis : Salim Majid

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.