Mau Lebaran,Gaji Tenaga Kontrak RSUD Sulbar Belum Dibayarkan

Mamuju.daulateakyat.id- Sebanyak 60 orang tenaga kontrak yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulawesi Barat hampir dipastikan tidak akan menerima gaji menjelang lebaran ini.Hal tersebut diungkapkan komisi IV DPRD Provinsi sulbar Arman Salimin,Jumat 8 Juni 2018.

Menurut Arman Salimin, penundaan tersebut disebabkan adanya pemotongan jumlah tenaga kontrak yang menerima SK tahun 2018 ini.

“Tenaga kontrak tahun 2017 sebanyak 148 orang, senentara tahun ini hanya 60 orang yang di SK-kan,” ungkap Arman S.

Arman menilai adanya pengurangan tersebut sangat diskriminatif. Sebab menurutnya, tenaga kontrak yang sama-sama bekerja sejak tahun 2017 lalu justru tidak mendapat SK pada tahun ini.

“Ini yang mesti kami evaluasi, rumah sakit tidak boleh disamakan dengan OPD lain sebab disana ada pelayanan,” sebut Arman.

Untuk itu,dia mengusulkan dilakukan penundaan pembayaran gaji kontrak sebanyak 60 orang itu, sambil menunggu kebijakan baru dari pemerintah tentang kejelasan nasib dari tenaga kontrak lainnya.

Secarah terpisah, sekretaris RS Regional Sulbar Musdalifah membenarkan penundaan tersebut.

Musdalifa mengatakan, pengurangan jumlah tenaga kontrak tersebut karena adanya rasionalisasi anggaran yang ada.

Dia merinci pada tahun 2017 lalu, sebanyak 148 orang tenaga kontrak bekerja di RS Regional. Namun pada tahun ini telah dipisah antara kontrak perawat dengan cleaning service.

“Betul tahun lalu kontrak kami sebanyak 148 orang, namun tahun ini sudah dipisah dengan cleaning service. SK yang keluar tahun ini hanya 60 orang dan sisanya masih ada sekitar 30 orang yang belum dapat SK,” ungkap Musdalifah.

Penundaan pembayaran gaji tenaga kontrak,kata Musdalifah merupakan hasil rapat bersama komisi IV DPRD Sulbar yang digelar beberapa waktu lalu.

RSUD Sulbar (Dok: dr)

Penulis : Ra
Editor    : Salim Majid

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.