Masyarakat Keluhkan Tentang Harga TBS Yang Semakin Rendah

Luwu Utara, daulatrakyat.id – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Tetpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Luwu Utara, Sul-Sel, mengadakan rapat kordinasi kemajuan penanaman modal di ruang rapat DPMPTSP, kamis (08/11)

Rapat di pimpin langsung oleh Kadis PMPTSP Ahmad Jani ST.

Turut hadir Tim Task Force Luwu Utara, Perwira Penghubung, Polres Luwu Utara, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, ATR/BPN, Dinas PUPR, Kantor Pelayanan Pajak, Pejabat struktural dan staf lingkup DPMPTSP Luwu Utara.

Kadis PMPTSP dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan rapat hari ini untuk menindaklanjuti surat dari Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) terkait komponen perhitungan harga TBS sebagai respon Pemerintah Kab. Luwu Utara terhadap keluhan masyarakat tentang Harga TBS Kelapa Sawit yang semakin rendah.

” Dimana tidak adanya transparansi oleh Pabrik Kelapa Sawit diantaranya PT. Jas Mulia dalam penentuan harga TBS, misalnya nilai Randemen yang tidak pernah dipublikasikan serta Indeks “K” yang oleh Pabrik Kelapa Sawit juga tidak transparan dalam menentukan biaya operasional,” terangnya

Tim Task Force yang dibentuk oleh Bupati Luwu Utara memberikan tanggapan, masukan dan saran atas keluhan masyarakat terkait harga TBS Kelapa Sawit yang rendah khususnya pada pabrik Kelapa Sawit PT. Jas Mulia diantaranya,
1. Dasar perhitungan TBS adalah Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor : 01/PERMENTAN/KB.120/1/2018 tentang Pedoman Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun.
2. Perusahaan pabrik kelapa sawit harus membuka akses ke pemerintah dan masyarakat untuk mengetahui data yang sebenarnya.
3. Tim Task Force yang merupakan bagian dari Pemerintah Kabupaten Luwu Utara kiranya dapat hak untuk mengakses ke perusahaan kelapa sawit untuk meminta penjelasan yang sebenar-benarnya dari pabrik kelapa sawit.

Setelah mendengarkan paparan serta diskusi, beberapa hal yang menjadi kesepakatan dan kesimpulan dalam rapat ini yaitu dengan memanggil PT. Jas Mulia untuk melakukan klarifikasi serta memaparkan mengenai dasar dari angka/nilai yang diusulkan dalam rapat penetapan harga TBS

Menutup rapat ekspose ini, Kadis PMPTSP kembali menegaskan agar setiap permasalahan dan isu yang berkembang dapat diselesaikan untuk kepentingan bersama antara pihak manajemen pabrik kelapa sawit, Pemerintah daerah dan masyarakat khususnya Petani Kelapa Sawit. (jal)

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.