Lulusan Bidik Misi Unsulbar Merasa Diabaikan

Majene (DR) Cerita keluh-kesah seorang penerima bidik misi yang enggan ditulis namanya di Universitas Sulbar (Unsulbar), tentu menjadi catatan kelam bagi Unsulbar.

Begini penuturannya: Saya dan teman-teman yang lain lolos bidik misi SNMPTN dan SBMPTN rekomendasi sekolah. Di PKKMB dulu dinyatakan yang bidik misi rekomendasi sekolah dinyatakan lulus semua sebanyak 400 lebih.  Sedangkan untuk 200 lebih ada penambahan kuota untuk Jalur Pribadi (Mandiri). Setelah diumumkan, justru kelompok Mandiri yang lebih banyak diluluskan, sedangkan kami yang lulus SNMPTN dan SBMPTN Bidik Misi yang direkomendasi sekolah malah tidak lulus.

Padahal kami sudah punya akun Bidik Misi, Kartu Bidik Misi dll.
Masih cerita penerima Bidik Misi ini yang mendaftar Jalur Mandiri disinyalir menggunakan formulir abal-abal. Yang menyakitkan, pada pengumuman nama saya dinyatakan tidak lulus bersama teman-teman yang lain. Lebih menyakitkan lagi, kami selalu dipersulit alias diping-pong kiri-kanan.

Tak sampai di sini, tutur korban kelayakan untuk mendapatkan bidik misi sudah sangat layak. Sebab rumah kami sudah disurvei dan dinyatakan layak. Sedangkan yang dululuskan kebanyakan jalur mandiri alias berkecukupan.

Karenanya, keluhan penerima bidik misi ini tak akan membayar UKT, karena sudah diatur di mendik terkait perguruan tinggi penerima bidik misi bebas biaya.

Apa tanggapan Unsulbar terkait masalah ini? DR berkali-kali mencoba menghubungi Karo Akademik Latif Dollah, tapi jawabnya yang terdengar, nomor yang Anda tuju diluar jangkauan, (Salim/DR)

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.