Kualitas Pendidikan Masih Rendah,Ini PR Diknas Sulbar

Mamuju.daulatrakyat.id-Pasca pelantikan dirinya sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulbar, Drs.H.Arifuddin Toppo, M.Pd. menggelar dialog terkait masalah pendidikan di Sulbar, Rabu 23 Mei 2018 di Aula Kantor Gubernur Sulbar.

Dialog tersebut dihadiri Langsung Gubernur Sulbar Drs.H.A.Ali Baal Masdar,Sejumlah praktisi pendidikan seperti SMA dan SMK Se Kabupaten Mamuju,Dewan Pendidikan Sulbar, organisasi kamahasiswaan,serta Ombusdman Sulbar.

Kata Arifuddin membincang soal pendidikan di Sulbar tidak semata menjadi tanggung jawab Pemerintah dan praktisi pendidikan saja, tetapi semua komponen memiliki peran dalam  mengembangkan  Pendidikan.

” Hari ini kita hadir bersama di tempat ini, karena satu tanggung jawab bersama untuk membicarakan berbagai masalah pendidikan, agar Kualitas Pendidikan di Sulbar dapat meningkat, karena hal ini menjadi Tanggung Jawab kita Semua,” kata Arifufudin dalam sambutannya.

Kesempatan sama, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar(ABM) mengakui kualitas pendidikan di Sulbar yang menurut ABM masih berada pada kondisi yang memprihatinkan.

Sebab itu,menurut ABM diharapkan kalangan pengelola dan praktisi Pendidikan di Sulbar harus melakukan lompatan-lompatan untuk dapat mengejar ketertinggalan dari Provinsi Lainnnya.

“Berdasarkan Indikator IPM dimana kita berada pada posisi terendah ketiga, maka solusinya kalangan pengelola pendidikan harus melakukan lompatan-lompatan pemikiran dan tindakan untuk mengejar ketertinggalan dari Provinsi lainnya,” begitu ABM dalam arahannya.

Meski begitu, ABM menegaskan kepada para praktisi pendidikan untuk berani melakukan kreativitas dalam mengelola pendidikan, seperti inovasi kurikulum, dan intensitas Penilaian kepada peserta didik agar hasil yang dicapai lebih terukur.

” Kualitas Pendidikan terletak di tangan para tenaga pendidik, untuk itu saudara para guru harus berani melakukan terobosan, baik inovasi kurikulum maupun metode penilaian agar hasil pembelajaran itu lebih terukur,” ujarnya.

Sementara, Ketua Dewan Pendidikan, Ansar Nur Hasanuddin, mengungkapkan persoalan Pendidikan yang dihadapi Sulbar saat ini, antara lain rendahnya angka partisipasi kasar pendidikan, Kompetensi Guru juga pemetaan tenaga guru yang belum merata.

“Masalahnya masih banyak tenaga guru yang belum berkualifikasi setara D4, terutama untuk guru SLTP dan SD,” ujarnya.

Dilain pihak, Kepsek SMA 3 Mamuju Nurhalimah menyinggung soal pengelolaan Guru dan Pegawai Tidak tetap untuk SMA dan SMK, Pihak Pemprov melalui Dinas Pendidikan Sulbar, untuk segera menerbitkan Peraturan Gubernur sebagai Dasar untuk membayarkan gaji para Guru tidak tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap(PTT) di SMA dan SMK.

” Kami berharap Pemprov segera menerbitan Pergub sebagai dasar untuk pembayaran gaji bagi GTT dan PTT, Karena mereka tidak bisa mendapatkan gaji mereka bila belum terbit peraturan tersebut,” ujar  Nurhalimah

Diknas Sulbar Gelar Dialog Terkait Kualitas Pendidikan Sulbar (dok:dr)

Editor :Salim Majid

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.