KPPU Maksimalkan Pengawasan dan Sidak Pasar (Usaha) yang Berpotensi Lakukan Pelanggaran

Makassar.daulatrakyat.id.Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kamis kemarin (24/5/2018) menggelar Forum jurnalis pemaparan kerja anggota KPPU.

Charles Panji Dewanto Sekretaris Jendral KPP RI mengatakan jika baru pertama kali datang ke Makassar bersama ketua KPPU RI sambil berkenalan pasca dilantiknya sebagai ketua KPPU oleh Presiden RI Joko Widodo.

Ketua KPPU RI Kurnia Toha memaparkan terkait tugas dan fungsi KPPU yakni memberikan informasi penting dalam rangka menciptakan persaingan usaha dan industri pasar selaligus penyamaan persepsi pada anggota masyarakat lainnya.

Dijelaskan Kurnia Toha KPPU bukan hanya mengawasi pelaku usaha yang memprioritaskan sektor pangan namun tugasnya juga untuk menjaga efisiensi ekonomi nasional,mendorong atau mendukung terjadinya efisiensi usaha guna terciptanya persepsi yang sama dengan mengawasi pasokan,distribusi dan harga komoditas pangan dan sektor ekonomi lainnya.

“Tugas kita melakukan pemantauan terhadap pelaku usaha yang sehat dan fair,tidak merugikan masyarakat olehnya itu kita senantiasa melakukan
pemetaan pantauan komoditas,mengindentivikasi usaha maupun distribusi yang berpotensi terjadinya pelanggaran kita juga telah melakukan identifikasi jika ada usaha yang mendominasi komoditas,”kata Kurnia Toha didepan peserta forum jurnalis Kamis kemarin di Gedung Keuangan II Jalan Urip Sumoharjo Makassar.

Ketua KPPU RI Kurnia Toha (tengah) didampingi Sekjen KPPU RI Charles Panji Dewanto dan Ketua KPD KPPU Makassar Aru Armando Kamis Kemarin didepan peserta forum jurnalis Kamis kemarin di Gedung Keuangan II Jalan Urip Sumorharjo Makassar.(fotobyninaannisa)

Lebih jauh dikatakan Kurnia apabila ada oknum alias pelaku usaha yang ditemukan melakukan pelanggaran berupa penimbunan komoditas,dominasi usaha dalam kaitannya dengan pelanggaran persaingan usaha maka media diharapkan kerjasamanya untuk segera melapor ke KPPU.

Aru Armando Kepala KPD KPPU Makassar menambahkan untuk pencegahan pihaknya telah memberikan instruksi jika terbukti melakukan kegiatan usaha yang tidak fair maka akan ditindak lanjuti sesuai UU penegakan hukum.

“Hal yang sering terjadi dimasyarakat pada saat bulan Ramadhan rerata kenaikan harga pangan biasanya terjadi pada komoditas beras,telur,bawang merah dan putih juga garam itu dipicu karena banyaknya permintaan.Saya kira itu hal yang normal namun jika terjadi pelanggaran maka kami siap menindakinya,”kata Aru Armando.

Kurnia Toha kembali menambahkan setiap Ramadhan dan jelang Idul Fitri kecenderungan kenaikan harga barang bukan hal baru lagi dan itu terjadi setiap tahun.Lagi kata Kurnia jika itu wajar.

“KPPU dan Tim Satgas akan turun kepasar melakukan pemantauan (sidak) pasar yang berpotensi terjadinya pelanggaran mulai dari tingkat daerah hingga pusat,”tambah Kurnia Toha.

Sekedar diketahui sebelum Ramadhan pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Buwas Kepala Bulog RI membahas pasokan beras selaku komoditas pangan yang paling mendominasi laju inflasi.

“Kita telah melakukan sidak pertama sehari sebelum Ramadhan disektor pangan karena kontribusi pangan paling mempengaruhi inflasi,dimana kenaikan inflasi saat ini cukup signifikan karena sedang ada pengaruh pelemahan rupiah maupun disebabkan oleh faktor cuaca dan lainnya,” terang Kurnia Toha.

Pihaknya optimis dan berupaya agar kenaikan harga tidak terlalu membebani masyarakat minimal mereka para pelaku usaha sudah bisa memperhitungkan modal, pasokan dan keuntungannya.

Beberapa komoditas yang menjadi prioritas KPPU dalam melakukan pengawasan yakni ayam, telur, cabe merah,beras,daging sapi,gula, bawang merah dan putih,Garam dan Tepung Terigu.(*)

Penulis : Nina Annisa

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.