KPPU Akan Jadi Inisiator Kerjasama Penegakan Hukum Persaingan Usaha di Negara Asean

Daulatrakyat.id,Jakarta-Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menargetkan dapat meningkatkan perannya dalam pertumbuhan perekonomian baik di tingkat

KPPU RI saat Ulang tahun ke 17 14 Juli 2017

domestik maupun tingkat regional.

Pengawas anti monopoli ini berencana menjadi insiator untuk membantu pembentukan kelembagaan dan pengembangan penegakan hukum persaingan usaha di negara-negara kawasan Asia Tenggara (Asean).

Ketua KPPU Syarkawi Rauf mengatakan, setelah lembaganya resmi berusia 17 tahun yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 5/1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, pihaknya berharap dapat meningkatkan peran lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya.

Saat ini,menurut Syarkawi tantangan penegakan hukum untuk dapat memberantas para mafia kartel dan monopoli semakin besar.

“Sekarang ini, 17 tahun setelah KPPU dibentuk, kami harus bisa berperan lebih aktif, dan ada dua peran strategis yang akan kami fokuskan,” katanya saat menyampaikan sambutannya dalam acara perayaan ulang tahun KPPU ke-17 di kantor pusat KPPU Jakarta, Jumat, 14 Juli 2017.

Ia berharap KPPU dapat mengambil peran lebih baik lagi dalam pengembangan penegakan hukum anti monopoli dan kartel di tingkat internasional khususnya di Kawasan Asean.

Menurut Syarkawi, implementasi hukum persaingan usaha yang sehat di Asia Tenggara belum berjalan dengan baik, bahkan sebagian negara masih dalam tahap pembentukan lembaga otoritas persaingan usaha.

Negara-negara yang dimaksud Syarkawi antara lain, Brunei Darussalam, Laos, dan Myanmar. Bahkan, negara tetangga seperti Kamboja masih dalam tahap penyusunan regulasi UU Persaingan Usaha.

“Seharusnya KPPU juga bisa naik kelas seperti otoritas persaingan usaha diJepang yang mampu membantu negara lain,” ujarnya

Pada tahun ini,dia berharap negara-negara lain seperti Myanmar, Papua Nugini dan lainnya akan bisa berkumpul di Jakarta untuk kita bantu dalam implementasi penegakan hukum persaingan usaha.

” KPPU juga akan mampu menjadi terdepan dalam penegakan hukum persaingan usaha,” katanya

Dia menambahkan, kerjasama otoritas persaingan usaha di masing-masing negara Asean merupakan keniscayaan.

Sebab itu menurutnya, perkembangan bisnis dan ekonomi dilakukan secara lintas negara semakin pesat, sehingga KPPU dan wasit anti monopoli di negara juga harus bersiap diri menghadapi para pelaku usaha yang melakukan monopoli atau kegiatan persaingan usaha tidak sehat lainnya.

Selain peningkatan peran di dunia internasional, Syarkawi juga berharap, di usia yang ke-17 tahun ini KPPU meningkatkan peran dan fungsinya di dalam negeri.

“Kami secara internal bertekad untuk memperbaiki integritas dan kompetensi, kami ingin terus menjadi lembaga yang menjadi rujukan dalam pengambilan kebijakan strategis nasional,” ujar Syarkawi dalam pesan tertulisnya kepada daulatrakyat Jumat,14 Juli 2017

Saat ini, lanjut Syarkawi KPPU telah menjalin kerjasama dengan sejumlah lembaga dan kementerian, seperti Kementerian Keuangan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Kementerian Pertanian, Kepolisian RI, serta Dekopin.

Dengan pelaksanaan kerja sama ini tentu memudahkan KPPU untuk mengawal tegaknya persaingan usaha yang sehat di sejumlah sektor strategis.

Tentu harapan ini ke depan, KPPU dapat terus memperkuat kerjasama sehingga lembaganya dapat terlibat aktif dalam penyusunan regulasi serta menjadi rujukan dalam pengambilan kebijakan strategis nasional.

“Kami berharap KPPU dapat menjadi lembaga kredibel, memiliki output bagus, orangnya bagus, sehingga rekomendasi yang dikeluarkan memiliki basis teori dan data yang kuat,” ujar Syarkawi.

Penulis : Salim Majid
Editor   : Salim Majid

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.