KPAI Serukan Hak Pendidikan Anak Korban Penyerangan di Lombok Timur Tetap Dijamin Negara

Lombokdaulatrakyat.id.Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima laporan dari korban penyerangan, pengrusakan rumah dan pengusiran keluarga Ahmadiyah di Desa Greneng, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur, NTB.

Korban saat ini mengungsi di Balai Latihan Kerja milik Pemda Lombok Timur. dari 8 keluarga yang menjadi korban,ada 12 anak, diantaranya anak-anak balita dan anak-anak usia sekolah (SD dan SMP) sebanyak 12 orang.

Akibat penyerangan yang terjadi pada 19-20 Mei 2018 tersebut, ada sejumlah anak alami trauma. Anak-anak balita selalu menangis setiap kali ada orang banyak berkumpul di sekitarnya. Anak-anak usia sekolah juga berpotensi putus sekolah. Mereka sangat khawatir tidak dapat melanjutkan sekolah.

Berkaitan dengan pengaduan warga tersebut, maka KPAI akan memberikan perhatian khusus pada mereka sebagai wujud kepeduliannya atas kekerasan dalam konflik social ini,segera melakukan pengawasan langsung ke Lombok Timur terkait kondisi anak-anak korban,menyerukan kepada Bupati dan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) terkait untuk segera melakukan tugas dan fungsinya dalam melindungi anak-anak.

Untuk Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kabupaten Lombok Timur, yang memiliki kewenangan pendidikan jenjang SD dan SMP agar segera berkoordinasi dengan pihak sekolah anak-anak korban agar tetap menjamin anak-anak mengikuti Ujian Kenaikan Kelas (UKK), hal ini mendesak karena saat ini berbagai sekolah sedang menyelenggarakan UKK. Kalau anak-anak korban tidak bisa mengikuti UKK maka mereka berpotensi tidak naik kelas.

Agar anak-anak korban dapat naik kelas dan bisa melanjutkan sekolah meskipun dalam pengungsian, maka mereka wajib diberikan kesempatan mengikuti UKK meskipun dalam kondisi mengungsi.

Retno Listyarti, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan mengatakan selain upaya diatas pihaknya juga akan menyampaikan hal tersebut pada dinas sosial dan dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Lombok Timur, KPAI mendorong kedua SKPD membuat program bagi penanganan psiko social anak-anak korban.

“Kita akan berupaya mendorong pihak Polres Lombok Timur untuk menjamin keamanan warga, terutama anak-anak yang akan mengikuti UKK dan akan tetap bersekolah di sekolahnya saat ini,”ujarnya.

Untuk itu kata dia pada senin, 28 Mei 2018 mendatang KPAI akan mengirim surat resmi kepada Bupati Lombok Timur di tembuskan kepada Gubenur NTB dan SKPD terkait di Lombok Timur.(*)

Retno Listyarti, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan

Editor : Nina Annisa

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.