Search
Close this search box.

Ketua DPRD Luwu Utara Karemuddin Kukuhkan Ketua DPP Silu Raya Periode 2026-2029

Palopo, daulatrakyat.id –Dewan Pimpinan Pusat Solidaritas Islam Luwu Raya (DPP SILU Raya) menggelar peringatan jadi Silu Raya hari ke-35, di Purangi, Kota Palopo, Minggu (11/01/2026)

Kegiatan ini dihadiri Wakil Ketua 1 DPRD Luwu Utara Karemuddin, sekaligus mengukuhkan Zulkifli ST, M.Si, sebagai Ketua Umum DPP Silu Raya periode 2026–2029.

Selain Wakil Ketua DPRD Luwu Utara kegiatan ini dihadiri pula, toko masyarakat, perwakilan organisasi masyarakat, anggota Silu Raya dan seluruh pengurus kegiatan Peringatan DPP Silu Raya.

Dalam sambutannya, Karemuddin menegaskan bahwa makna solidaritas adalah persaudaraan yang tidak harus lahir dari hubungan darah.

“Solidaritas itu adalah kita bersaudara meski tidak sedarah, karena kita semua berasal dari sumber yang sama dan akan kembali ke asal yang sama.”ujarnya

“Oleh karena itu, mari bersama-sama melanjutkan perjuangan leluhur kita untuk terwujudnya Provinsi Luwu Raya.”tambahnya

Ia menyebutkan bahwa SILU Raya telah mewujudkan nilai tersebut melalui semangat tanpa sekat sebagaimana tercermin dalam nama organisasi.

“Kami hadir hari ini sebagai bagian dari solidaritas untuk membangun semangat persaudaraan. Kepada ketua umum terpilih, selamat memulai tugas yang berat. Menjadi ketua itu berarti menjadi kepala, dan kepala itu pasti pusing. Tetapi di situlah makna kepemimpinan.”terangnya

Lebih lanjut, Karemuddin berharap SILU Raya dapat menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan terbentuknya Provinsi Luwu Raya, sebuah cita-cita lama yang lahir dari aspirasi rakyat, bukan keinginan segelintir elit.

“Keinginan ini lahir dari bawah, Luwu Raya adalah Wanua Mappatuo Naewai Alena, daerah yang kaya sumber daya alam, mineral, pegunungan, perkebunan kelapa sawit, persawahan luas, serta garis pantai panjang dari Luwu Timur hingga perbatasan Wajo,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa siapa pun yang datang dan menetap di Tanah Luwu, tanpa memandang suku dan asal-usul, telah menjadi bagian dari masyarakat Luwu atau Wija To Luwu.

Menurutnya, perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya bukanlah tuntutan berlebihan.

“Kita tidak meminta hak istimewa atau perlakuan khusus. Kita hanya ingin berdiri sejajar dengan provinsi-provinsi lain di negeri ini. Selama ini Luwu Raya kerap menjadi anak tiri pembangunan, bahkan pelayanan dasar pun belum sepenuhnya terwujud,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Karemuddin mengajak SILU Raya menjadi rumah besar perjuangan dan aksi sosial masyarakat Luwu Raya. Ia juga menyinggung 23 Januari sebagai simbol perlawanan rakyat Luwu.

“Seremoni itu penting, tetapi simbol perlawanan harus diwujudkan sebagai pengingat bahwa kita sedang menuntut hak konstitusional, hak negara, dan hutang sejarah kepada bangsa besar yang hanya meminta satu hal: sebuah provinsi,” pungkasnya.(jal)

……

DPRD Kota Makassar.

355 SulSel

Infografis PilGub Sulbar

debat publik pilgub 2024

Ucapan selamat Walikota makassar

Pengumuman pendaftaran pilgub sulsel

Pilgub Sulsel 2024

https://dprd.makassar.go.id/
https://dprd.makassar.go.id/