Rudi Chandra Ketua APPMI DKI Jakarta : FEMME Sepi Desaigner Lokal

Makassar daulat rakyat.id.Selama lima hari penyelenggaraan pameran yang bertajuk FEMME and CBFW 2018 berlangsung mulai tanggal 11 April hingga 15 April kemarin di Hotel Four Points Makassar.

Acara yang ditunggu -tunggu puluhan desaigner nasional Jakarta.Salah satunya Rudi Chandra desaigner asal Makassar yang mengembangkan sayapnya sebagai salah satu perancang busana handal nasional.

Rudi Chandra selaku ketua Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia ( APPMI) DKI Jakarta mengakui FEMME merupakan ajang fashion show yang setiap tahunnya ditunggu’tunggu desaigner Indonesia namun sayang pengunjungnya banyak tapi pembelinya kurang.

“Fashionx bagus,desaignernya juga bagus pengunjung seh banyak tapi banyakan cuma ngeliat-liat aja,mungkin karena pengaruh tahun politik aja kali yah”ujarnya.

Kendati menurut dia FEMME kali ini mengalami penurunan daya beli namun dia mengakui kalau boothnya sendiri banjir pesanan Baju Bodo hingga Rp100 juta.

“Tahun depan mau show baju bodo lagi disini karena banyak permintaan baju bodo modifikasi,”ucapnya.

Ia pun berharap pada pihak penyelenggara dalam hal ini 3 Pro Entertainment  agar tahun depan penataan lebih tertata rapi misalnya booth desaigner jangan digabung dengan produk massal lainnya.

“Artinya produk yang menjual dibawah standar desaigner karena masyarakat awam kadang membandingkan harga produk desaigner dan produk UMKM,padahal khan beda,mulai dari pola,bahan dan pembuatannya,”imbuh Rudi.

Sebagai ketua APPMI ia mempertanyakan kurangnya keterlibatan desaigner lokal kata dia para desaigner lokal tersebut hanya kelihatan di hari pertama selanjutnya tak terlihat lagi.

Dikatakan Rudi harusnya desaigner lokal lebih aktif di Femme dan bukan cuma desaigner nasional yang membanjiri even ini.

“Saya kira desaigner lokal harus lebih dekat kepemerintah sini,masa kita yang mempromosikan karya-karya kita bahkan lebih dekat sama pemerintah disini dibanding mereka seh,”ujar Rudi

Terkait transaksi para desaigner nasional tersebut ia mewakili desaigner lain rerata hasil yang mereka dapatkan sekira Rp100 juta yang didominasi pesanan.

 

Penulis : Nina Annisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.