TPID dan BI Jamin Stok Pangan Jelang Natal dan Tahun Baru Aman

Makassar.daulatrakyat.id.Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Makassar bersama dengan Bank Indonesia (BI) didepan sejumlah wartawan usai menggelar program nongky BI yang dicanangkan sebagai salah satu upaya BI dan pemerintah dalam membahas situasi dan kondisi ekonomi sulsel khususnya Makassar jelang hari Natal dan Tahun Baru.

Direktur Bank Indonesia Sulsel, Dwitya Poetra S Besar mengatakan hal tersebut rutin dilakukan BI dan Pemerintah guna menekan terjadinya inflasi di Makassar.

Poetra menjelaskan pihaknya dan TPID Makassar fokus untuk menjaga distribusi dan stok pangan agar tidak terjadi lonjakan di Sulsel khususnya di Makassar.

“Dalam setiap pertemuan kami bersama TPID melaksanakan 4K yakni Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, Keterjangkauan masyarakat, dan Komunikasi efektif dengan stakeholder,”ungkapnya.

Kendati diakhir tahun inflasi masih bisa terjaga namun kata dia pihaknya bersama TPID harus menjalankan Roadmap inflasi yang telah ditentukan.

Disebutkan Poetra pada bulan Desember 2018, BI Sulsel memproyeksi inflasi Sulsel mencapai 0,1 hingga 0,4 persen (mtm) dan 2,5 hingga 4 persen (yoy).

” Kami proyeksikan inflasi Sulsel tidak akan melebihi target 1 persen pada Desember ini,” tegasnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah Naisyah T Azikin mengatakan Pemkot Makassar melalui Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar telah melakukan beberapa upaya dalam mengendalikan inflasi di Makassar.

Salah satunya adalah melalui Dinas Ketahanan Pangan Makassar yang secara massive melakukan antisipasi ketersediaan stok pangan.

“Alhamdulilah ada 52 Ton beras yang tersedia namun untuk menutupi kekurangan itu kita akan kerjasama dengan empat daerah penyangga antara lain Maros,Gowa,Takalar dan Pangkep untuk mengatasi kekurangan stok pangan dan komoditas,”ujar Naisyah.

Ditambahkan dalam waktu dekat bakal melakukan penandatanganan MOU dengan empat daerah tersebut.

“Makassar merupakan surganya kuliner atau biasa disebut wisata kuliner,ikan adalah kuliner yang banyak diminati para wisatawan jadi stok ikan di Makassar harus terpenuhi jika tidak maka empat daerah itu yang akan menjadi penyanggahnya begitu juga beras dan komoditas lainnya,”jelas Naisyah.

Untuk mencegah terjadinya inflasi ia berharap Makassar tidak terjadi inflasi dan para pedagang lebih mengutamakan stoknya untuk warga makassar daripada dijual keluar daerah.

“Meskipun Makassar punya banyak stok pangan dan komoditi lainnya tapi tidak menutup kemungkinan pedagang menjualnya keluar daerah agar lebih untung,”pungkasnya.

Sementara itu Rahmi Mangera Wakil Kepala Perum Sub Divre Makassar membawahi Makassar,Pangkep,Maros,Takalar dan Gowa.

“Kita memiliki ketersediaan beras sebanyak 18 ribu ton untuk 75 bulan kedepan khusus sub divre Makassar yang meliputi lima daerah diatas.Jadi stok beras kita sangat aman”pungkasnya Rabu (5/12/2018) di Cafe Gastros Mall Nipah Makassar.

Penulis : Nina Annisa

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.