Kejati Sulselbar Periksa Bendahara Dana Hibah Buta Aksara Majene

Majene (DR)  Ini hari Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulselbar memeriksa lid  Dugaan Korupsi penyaluran dana Hibah Buta Aksara Pemkab Majene tahun 2013-2014.

Yang diperiksa hari ini adalah Abdaluddin selaku bendahara PPKD Kab. Majene, Rahmi mantan Kasubag Keuangan Kab. Majene, Ramli mantan Kepala DPKAD Kab. Majene. Rabu, 28/12/2016.

Hal ini disampaikan oleh Kasi Pengkum Kajati Sulselbar Salahuddin. Pemeriksaan ketiganya berlangsung di kantor Kejati Sulselbar, tuturnya. Hingga berita ini di cetak pemeriksaan masih berlangsung.

Sebelumnya Kejaksaan Tinggi ( Kejati ) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, telah menetapkan satu orang tersangka yakni Sabrur, Ketua Pengelolah Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al Hidayah dalam kasus dugaan korupsi dana kegiatan pemberantasan buta aksara tahun 2013. Kegiatan yang diduga fiktif ini merupakan salah satu program milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah tanggung jawab Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Sabrur sempat diperiksa oleh tim penyidik di ruang khusus lantai 5 gedung Kejati Sulselbar, sebelumnya akhirnya di tahan dan dibawa ke lapas kelas satu gunung sari, kota Makassar.
Kasi Penerangan Hukum Kejati Sulselbar, Salahuddin menerangkan bahwa Sabrur telah menerima dana kurang lebih 400juta rupiah untuk sebuah kegiatan pemberantasan buta aksara. Namun berdasarkan hasil penyidikan, kegiatan tersebut tidak pernah dilaksanakan alias fiktif.
“Sabrur menerima dana Rp. 424.000.000. Itu dana untuk kegiatan PKBM tapi tim curiga kegiatannya tidak pernah ada alias fiktif”. ujar Salahuddin.

Yang bersangkutan melalui Salahuddin, kini telah berada di Lapas Kelas Satu Gunung Sari, Kota Makassar untuk menjalani penahanan selama 20 hari kedepan.

Program kegiatan ini sendiri dianggarkan untuk 70 ribu orang masyarakat Sulbar dengan nilai anggaran Rp3.6 miliar. Adapun program pemberantasan buta aksara Dikbud ini bekerjasama dengan enam lembaga PKBM sebagai lembaga yang  melakukan intervensi terhadap pengurangan jumlah Buta aksara di masyarakat.(Salim/DR)

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.