Kejari Selayar Beberkan Penahanan Mantan Kepala BPN Bersama Dua Anak Buahnya

Selayar.daulatrakyat.id – Penahanan mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kabupaten Kepulauan Selayar, berinisial Pa (Puji Amin, red ), bersama dua pejabatnya di lingkup BPN Selayar, SB (Syamsul Bahri, res) dan MS (Muh. Saleh, red) atas dugaan penyalah gunaan anggaran sebesar, 1 M dari total anggaran 2,4 M, tahun anggaran 2017 lalu, melalui program percepatan pendaftaran tanah sestimatik lengkap (PTSL), tahun anggaran 2017

Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi tindak pidana khusus (Kasipidsus), Kejaksaan Negeri (Kejari), Kabupaten Kepulauan Selayar, Juniardi Windaswara, SH, sewaktu ditemui di kantor Kejari Benteng, Kepulauan Selayar, Jumat (24/8/2018).

Penahanan ketiga tersangka tersebut setelah ditetapkan atas dua alat bukti yang cukup. Ketiga tersangka diduga telah mengambil honor pengukuran tanah namun tanah yang dimohonkan justru tidak pernah dilakukan pengukuran. Sementara anggaran pengukuran seperti konsumsi telah dicairkan oleh para tersangka.

Konsumsi yang disiapkan justru berasal dari masyarakat sehingga anggaran konsumsi tersebut tidak sesuai peruntukannya.

Selain itu tidak ada pengukuran tapi honornya justru diduga diambil oleh tersangka.

Berdasarkan alasan objektif dan subjektif untuk kepentingan penyidikan dalam perkara ini maka ketiga tersangka tersebut dilakukan penahanan selama 20 hari pertama dan saat ini telah mendekam di Rutan Kelas II Kepulauan Selayar, terhitung Kamis (23/8/2018).

Selain itu penahanan ketiga tersangka tersebut antara lain kepala BPN kepala seksi ukur BPN dan kasubsi Ukur SB dengan sangkaan telah melakukan dugaan penyimpangan dalam penggunaan anggaran ptsl selanjutnya untuk penerbitan sertifikat Prona Salah satu program nasional dan mengakibatkan timbulnya kerugian negara sebesar 1 miliar

Kepala seksi tindak pidana khusus Kejaksaan Negeri Selayar Juniardi Windasari mengatakan akibat perbuatan tersangka tersebut berdasarkan Pasal 2 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi subsider pasal 3 yunto pasal 18.

Disampaikan pula bahwa dalam pengembangan kasus tersebut pihak Kejari akan menyiapkan saksi-saksi hingga 15 orang dan selama tahap pemberkasan akan diupayakan rampung September yang akan datang.

Selain akan mengumpulkan saksi tersebut tidak tertutup kemungkinan akan ada tersangka tersangka lainnya, tanpa disebutkan identitasnya.

Idealnya, penerbitan sebuah sertifikat tanah, didasari atas pengukuran tanah. Keseluruhan lahan yang harus diukur seluas 4500 hektar yang terdapat di Desa Loa Kecamatan Bontosikuyu. (Nur Alim)

Keterangan gambar Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Selayar, Juniardi Windasari, SH.

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.