Kejaksaan Periksa Saksi-saksi Soal Kasus Benih Padi 1.6 M di Dinas Pertanian Sulbar

Pasangkayu.daulatrakyat.id- Kasi pidsus Kejari Mamuju Utara, Pasangkayu mulai menyidik kasus dugaan penyimpangan pengadaan benih padi senilai 1,6 miliar.

Proyek tersebut diduga melibatkan oknum pejabat dilingkup Dinas Pertanian Sulbar dengan sumber dana APBN Tahun 2016.

Penyidikpun telah melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap 30 orang saksi.

Pihak Kejaksaan Mamuju Utara mengendus adanya dugaan praktik kongkalikong dilingkup Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Barat, setelah pihak kejaksaan melakukan penyelidikan terhadap penyaluran benih padi ke wilayah Kabupaten Pasangkayu.

Menurut Kepala Tindak Pidana Kusus Kejaksaan Negeri Mamuju Utara Hijaz Yunus, dugaan adanya penyimpangan dalam pengadaan benih padi dengan terbitnya dua kontrak kerja yang dikerjakan satu perusahan.

Ia menjelaskan bahwa benih padi sesudah penangkaran akan diberi lebel setelah dua minggu, dan kemudian disimpan di gudang UD Karia Mandiri di polewali selaku rekanan dan akan diedarkan pada agustus 2016 setelah dilakukan perhitungan dan dinyatakan cukup.

Dari hasil penyidikan yang dilakukan oleh pihak kejaksaan menemukan kerancuan, dimana benih padi tersebut telah diedarkan sebelum bulan agustus di wilayah Kabupaten Pasangkayu.

” Mana mungkin bibit dikatakan cukup di gudang rekanan pada bulan agustus 2016 sementara benih telah beredar sebelumnya,” ujar Hijaz.

Ditanya soal apakah sudah ada tersangka yang ditetapkan dalam kasus tersebut. Hijaz mengatakan calon tersangka ada, namun pihaknya belum bisa mejelaskan siapa nama calon tersangka yang dimaksud.

Hingga saat ini pihak Kejari Mamuju Utara masih terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi – saksi untuk melengkapi alat bukti

Penulis :Joni Banne Tonapa
Editor    :Salim Majid

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.