Kasus Bentrok Mahasiswa,UIN Makassar Harusnya Jadi Contoh Akhlak Bagi Kampus Lain

Makassar.daulatrakyat.id. Lagi Kasus bentrok antara Fakultas Dakwah,Fakultas Syariah dan Fakultas Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar Samata belum terungkap dan mencoreng dunia pendidikan khususnya pendidikan yang notabene berbasis Islam.

Dari hasil jumpa pers Rektor,Wakil Rektor III,Wakapolres dan Polsekta Gowa siang tadi Rabu (24/10/2018) menyimpulkan pihak berwajib dan kampus belum menemukan dalang dan motif dari kasus perkelahian antar Mahasiswa tersebut alias masih sementara menyelidik kasus tersebut.

Wakapolres Gowa Fajri dan Kapolsek Gowa Kombes Yabe mengatakan akan terus berupaya mencari oknum mahasiswa lain yang terlibat.

Dikatakan jika tersangka telah diamankan.Berdasarkan asumsi dan penilaian polres Gowa,pihaknya bakal bekerja keras untuk menyelidiki motif kasus tersebut.

“Berdasarkan olah TKP penyelidikan akan terus kami tingkatkan selidiki info- info dari dekan dan dosen termasuk adanya badik yang dikeluarkan oleh salah satu Mahasiswa,”ujar Wakapolres Gowa Fajri.

Wakil Rektor III Prof Aisyah M.A. Phd tak banyak kata pihaknya menyesali perbuatan tersebut dan hanya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib.

“Siapapun yang menjadi dalang dan tersangka kasus sangsinya ringan dalam bentuk teguran atau Drop Out alias dipecat sebagai Mahasiswa UIN,”ungkap Prof Aisyah.

Adapun jika ada salah satu pejabat kampus yang terlibat bahkan menjadi dalang dari kasus perkelahian tersebut sangsinya berupa teguran dan penurunan pangkat bahkan pemecatan jika terbukti menjadi dalang pada kasus tersebut.

Ditambahkan Kombes Yabe Kapolsek Gowa kerugian kampus berkisar hingga Rp80 juta dimana sejumlah kaca jendela pecah kena lemparan mulai dari gedung fakultas Dakwah hampir semuanya kacanya pecah adapun Fakultas Syariah sebagian kaca-kacanya saja yang pecah.

Rektor UIN Prof Dr H Musaffir Pababbari Msi menyesali perbuatan tersebut dan akan segera memaksimalkan fungsi penasehat akademik.

Selama ini kata dia penasehat akademik hanya memberikan bimbingan terkait materi pembelajaran dan mata kuliah Mahasiswa.

“Saya kira penasehat akademik harus segera memaksimalkan fungsinya bukan hanya menyelesaikan masalah studi namun akan memberikan perhatian khusus pada mahasiswa yg bermasalah agar bisa memberikan solusi pada anak didik,”ungkapnya.

Dari hasil pantuan penulis pihak kampus tidak maksimal dalam menangani sejumlah kasus-kasus dalam kampus.Ada- ada saja masalahnya yang selalu mengundang perhatian orang banyak.

Sebagai kampus yang berbasis Islam UIN harusnya lebih intensiv dan jadi contoh bagi kampus lainnya dalam memantau Mahasiswanya bagaimana menciptakan proses belajar mengajar yang kondusif tanpa menciderai dunia pendidikan dan yang paling penting bagaimana melahirkan Mahasiswa mumpuni yang berahklak,cerdas dan jadi teladan akhlak bagi kampus lainnya.

 

Penulis : Nina Annisa

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.