Jejak Akhir Tahun, Diantara Sumur Minyak dan Danau Folder di Kutim

Kutim.daulatrakyat.id- Danau buatan yang penduduk setempat menyebutnya danau folder. Letaknya diteluk lingga Sangatta Utara sekira 5 Km dari Kota Kutai Timur, Kaltim.

Bola matahari itu mulai turun pelahan dari balik punggung bukit. Dipinggir danau buatan itu berjejer grobak jajanan kuliner. Para pengunjung asyik memandang ke danau sembari menikmati senja .

Danau buatan yang cukup luas, di tambah dengan areal taman yang tertata rapi seperti magnet yang tak ingin beranjak dan terus berlama-lama.

Danau Folder Kutim

Tak hanya menjadi obyek wisata. Tapi danau buatan yang kabarnya memiliki kedalaman kurang lebih 5 meter itu berfungsi pula sebagai penampungan air sewaktu-waktu banjir melanda kota.

 

Wajar saja jika kota Kutim jarang dilanda banjir. Sebab canal yang besar itu mampu menampung debet air yang besar.

Danau folder ini juga menjadi arena olah raga air seperti dayung dan ski air. Pada Proprov Kaltim belum lama ini danau forlder digunakan untuk lomba dayung.

Menariknya danau buatan tersebut di siapkan pula tribun untuk penonton jika sewaktu-waktu ada kejuaran olah raga.

Areal danau folder itu biasa pula di gunakan untuk acara gelaran hiburan yang dimeriahkan artis ibu kota.

Selain itu, yang punya hobby memancing telah dilengkapi pula dermaga untuk para mancing maniak.

Dikutip dari laman bappeda kutaitimurkab.go.id ternyata danau folder itu dikelola oleh Bundes.

Salah satu sumur minyak yang masih produktiv di Kutim

Sumur- Sumur Minyak Yang Masih Produktiv

Meninggalkan kawasan danau folder, kini mencoba memasuki kawasan areal pertamina menuju kawasan pantai lombok di Sangatta Selatan Kutai Timur. Menelusuri hutan belantara taman nasional itu. Jalan tanah dan berbatuan bercampur debu.

Bergerak berapa meter pintu masuk kawasan hutan nampak sumur minyak yang masih produktiv. Pipa minyak yang sebesar pohon kayu melintang disepanjan jalan diareal hutan taman nasional.

Satu kawasan hutan yang diperkirakan ribuan hektat dipenuhi sumur-sumur minyak. Sebagaian yang sudah tak produktiv lagi. Hal itu dilihat jika pompa minyak yang masih bergerak maka dipastikan sumur itu masih produktiv. Areal taman nasional itu sebagian sudah di konversi.

Bergerak lebih kedalam yang tak jauh dari bibir pantai. Nampak perumahan pertamina. Dari rumah-rumah milik karyawan pertamina sebagian tak terurus. Kosong tak ada penghuninya.

Dikabarkan pihak pertamina pernah melakukan rasionalisasi karyawan alias pengurangan karyawan. Sehingga rumah yang tadinya dihuni karyan kini ditinggalkan.

Sampai kapankah sumur- sumur minyak itu akan produktiv? Karena sepertinya sumber energi itu lambat laun akan habis alias kering.

Begitulah potret kawasan sumur minyak di kutai timur.(*)

Penulis : Salim Majid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.