Jawa Timur Pastikan Produksi Beras Diatas 1,5 Juta Ton, Periode Juni dan September 2018

Daulatrakyat.Surabaya.Pak De Karwo, Gubernur Jawa Timur, mengungkapkan hal tersebut ketika, memberikan sambutan, dihadapan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, pada Rapat Koordinasi Bekerja, di hotel Vasa Surabaya, kemarin, Selasa (07/08/2018)

Rakoor Bekerja lintas kementerian yang dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Sekjen Kementerian PDT, Anwar Sanusi, dan Perwakilan Kementerian Sosial, Direktur Pengadaan Bulog Mayjen Purn TNI Bachtiar.

Pak De Karwo, yang akan mengakhiri masa tugas Gubernur, Periode ke duanya, tahun ini, optimis sektor pertanian jawa timur akan tetap menjadi leading nasional, khususnya untuk komoditas Beras, Jagung dan Ternak, sedang Gula walau produksi tahun ini turun namun jawa timur, menjadi pemasok 25 % kebutuhan gula nasional, hanya kedelai hingga saat ini, jawa timur memasik dari luar sebesar 79.000 ton/tahun.

Gubernur yang akan mengakhiri tugasnya, 2 periode di jawa timur, tetap meminta Menteri Pertanian, untuk membantu petani jawa timur, berupa Driyer (pengering padi) 1000 unit, yang mendapat aplaus dari seluruh peserta rakoor.

Menteri Amran Sulaiman, pada sambutannya, memaparkan hasil Rapat Paripurna Kabinet Kerja, di Istsna Presiden, Amran menjelaskan sat ini, Sektor Pertanian, tidak boleh diremehkan,

“ini semua hasil kerja keras kita, terutama Pemerintah Daerah dari Tingkat I hingga Kabupaten/Kota, khususnya sahabat-sahabat, saya petani indonesia,”ujarnya.

Dikatakan Amran bahwa Jokowi berterimakasih untuk kerja keras bangsa indonesia mewujudkan kedaulatan pangan, saat ini pertumbuhan sektor pertanian 4,78 % dari 5,27 % pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia mengatakan pada Gubernur Jatim untuk tidak meragukan kinerja kementerian pertanian dimana atas perintah Presiden yang sudah merevisi anggaran 1 triliun, tahun 2018 ini, untuk pengadaan 1000 Driyer, namun tidak mungkin hanya untuk propinsi jawa timur.

“kami mengalokasikan, di 5 propinsi penyangga nasional, Jatim, Jateng, Jabar, Sulsel dan Sumsel, jadi keinginan Pak De Karwo, langsung kita penuhi,”tambahnya.

Lebih lanjut dipaparkan Amran saat ini sedang menggalakkan, Beda Kemiskinan dan Rakyat Sejahtera, kegiatan ini kita fokuskan di kecamatan dalam setiap kabupaten, membantu masyarakat yang berpenghasilan antara 1 hingga 1,4 juta/bulan, membagikan Ayam Kampung Unggul hasil penelitian kita sendiri, serta Kambing dan Domba, bantuan ini tidak serta merta kita lepaskan begitu saja, kementan, kemendes dan kemensos, akan mendampingi, semua di integrasikan.

“Kami bukan sekedar membantu, bahkan kami akan membangun cluster – cluster hortikultura, setiap rumah tangga mendapatkan 3 hingga 5 batang pohon produktif, unggulan di daerah masing-masing, dalam 1 kecamatan bisa hingga 1000 hektar, yang akan menjadikan daerah tersebut menjadi sentra produksi hortikultura unggulan dengan tujuan ekspor dan industri,”, pungkas Amran.

Rapat Koordinasi Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera di Jawa Timur, bersama Kemendes dan Kemensos ini, juga dilakukan MOU Program Bekerja, antara 3 Kementerian dan Pemda Jatim, yang disaksikan Menteri Amran dan Gubernur Jatim.(*).

 

Editor : Nina Annisa

 

 

 

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.