Isu Korupsi Jadi Debat Terpanas Pilkada Polman

Polman.daulatrakyat.id- Suara teriakan pendukung kedua pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Polewali Mandar 2018-2023 mewarnai debat publik putaran ketiga berlangsung di Gedung Nusantara Polewali, Selasa, 19 Juni 2018.

Moderator debat publik putaran terakhir Dr Yundini Husni Djamaluddin mulai membacakan tata tertib debat publik Pilkada Polman. Ia tak henti-hentinya menenangkan kedua pendukung paslon.

Teriakan yel-yel kedua pendukung paslon terus terdengar di ruang debat. Hingga program yang di utaraikan kedua Paslon nyaris tenggelam oleh suara gemuruh pendukung kedua paslon.

Isu korupsi nampaknya menjadi materi pamungkas dalam debat publik tersebut. Strategi pencegahan korupsi dalam padangan Paslon Salim-Marwan lebih memfokuskan pada teladan seorang pemimpin bagi rakyatnya. Serta pemimpin harus bisa mengendalikan aparatnya, serta pengawasan melekat

Begitupun di bidang pemberantasan narkoba,Paslon No urut 1 ini lebih pada sanksi dan tindakan tegas bagi para pengguna narkoba,serta sinergitas antara kepolisian dan BNN.

Lain halnya Paslon AIM-Benar,strategi mencegah korupsi menurut Andi Ibrahim Masdar dapat dilihat pada opinion WTP yang sudah 2 kali di raih oleh Kabupaten Polman.

AIM juga berjanji jika kelak terpilih kembali akan membentuk satgas Narkoba di Desa-desa.

Korupsi menurut AIM Polman sudah berkali mendapat opinion WTP oleh BPK. Membsntuk satgas narkoba disetiap Desa.

Pada sesi Debat kedua paslon sedikit memanas tak kalah moderator Yundini mempesikahkan kedua Paslon saling bertanya.

Isu korupsi dugaan kasus lampu jalan yang tengah bergulir di Kejati Sulselbar. Menjadi materi debat yang memanas. Kasus lampu jalan menurut Salim-Marwan adalah tanggungjawab seorang pemimpin.

Menanggapi itu,AIM-Benar dengan bijak menjawab. Bahwa kasus lampu jalan adalah tidak ada masalah.

Debat pun makin panas tak kalah AIM menanyakan kinerja Salim S Mengga selama jadi anggota DPR RI. Bagkan moderator Yundini sempat menghentikan debat saat terjadi sedikit riak-riak kedua pendukung Paslon.

Menurut Salim S Mengga anggota DPR RI bukan eksekutor. begitu jawaban singkat Paslon No 1

Begitu pula strategi dalam menghadapi tehnologi informasi untuk mengontrol kinerja pemerintahan. Tehnoligi informasi harus diperkenalkan secarah dini di sekolah-sekolah dan pemkab harus bisa melakukan itu.Begitu Salim-Marwan melihat pemanfaatan tehnologi informasi.

Berbeda Paslon No  2 AIM-Benar ,Tehnologi informasi dalam pandangan AIM sederhana. “Bapak klik TV tinggal nonton atau klik com. Kita akan pasang vidioconfrence disetiap kecamatan,” begitu pandangan Paslon 2 dalam menjawab pertanyaan moderator terkait strategi pemanfaatan tehnologi informasi.

Penulis : Salim Majid

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.