Inilah Pernyataan Sikap Politik Perempuan

Jakarta.daulatrakyat.id– Sebanyak 5.290 anggota Sekolah Perempuan Indonesia, gabungan dari organisasi wadah pendidikan kritis perempuan akar rumput yang tersebar di desa-desa wilayah provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan dan Sumatera Barat menyatakan sikap untuk Pemilihan Umum 2019.

Kami menyadari bahwa Pemilu adalah proses demokrasi yang memberi ruang pada seluruh masyarakat terutama perempuan untuk ikut menentukan masa depan dan kemajuan bangsa.

Pemilu juga memastikan bahwa partisipasi perempuan pemilih dan yang dipilih mendapatkan suara dan dukungan agar dapat memperjuangkan hak asasi manusia khususnya perempuan, rakyat miskin, kelompok rentan, minoritas dan semua warga tanpa membedakan identitas kelompoknya untuk mendapatkan keadilan sosial dan keadilan gender.

Sekolah Perempuan bersama Institut KAPAL Perempuan-Jakarta, LPSDM-Nusa Tenggara Barat, YKPM-Sulawesi Selatan, KPS2K-Jawa Timur, Pondok PERGERAKAN-Nusa Tenggara Timur dan PBT-Sumatera Barat, menyatakan sikap politik perempuan sebagai berikut:

  1. Kami menyatakan akan menunaikan hak politik warga negara untuk menggunakan HAK PILIH sebagai bentuk tanggung jawab dalam memastikan keterwakilan dan kepentingan perempuan dan agenda perjuangan perempuan masuk dalam pemerintahan mendatang.
  2. Kami mengajak semua pihak untuk berperan aktif mengawal agar Pemilu berjalan damai, menolak segala bentuk politisasi SARA, kekerasan, berita palsu (hoax) dan politik uang.
  3. Kami menyatakan untuk memilih Calon Presiden dan wakilnya, Calon Legislatif dan Calon Dewan Perwakilan Daerah yang mempunyai visi misi dan agenda memperjuangkan hak asasi manusia, memberikan perhatian khusus terhadap hak-hak perempuan/ pemberdayaan perempuan, kelompok rentan dan minoritas.
  4. Kami memilih Calon Presiden dan wakilnya, Calon Legislatif dan Calon Dewan Perwakilan Daerah yang memiliki rekam jejak terutama bebas dari korupsi, mengakui dan menghargai keberagaman identitas (pluralis) dengan mempertahankan Pancasila dan NKRI serta bebas dari pelanggaran hak asasi manusia dan hak perempuan.(*)
Direktur Insitut Kapal Perempuan Misiyah

Sumber : Direktur Institut KAPAL Perempuan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.