Ini Penjelasan KPU Provinsi tentang Simpang Siur C1 di Sulsel

Makassar.daulatrakyat.id.Menyikapi kontroversi form C1 yang tayang di portal infopemilu.kpu.go.id dan diduga berbeda dengan kenyataan, maka dengan ini disampaikan penjelasan sebagai berikut;

  1. KPU membuat SITUNG (Sistem Informasi Penghitungan), yg prosesnya adalah meng-upload Scan C-1 (hasil penghitungan suara di TPS), serta hasil rekapitulasi secara berjenjang (di kecamatan, kab/kota, dan provinsi). Jadi ini adalah real-count, karena berupa data dari seluruh TPS. Beda dengan quick-count yg berbasis sampel).

  2. Tujuan KPU mempublikasikan hasil penghitungan suara (scan form C1) di portal infopemilu.kpu.go.id merupakan wujud transparansi dan upaya untuk menjaga akuntabilitas proses & hasil pilkada.
    Kalau ada kesalahan entri data/hasil, saksi/tim paslon bisa mengoreksinya pada saat rekapitulasi suara di tingkat kecamatan. Paslon/publik juga bisa menyampaikan koreksi atas kekeliruan itu melalui medsos/call center/pusat pengaduan KPU atau melapor ke pengawas pilkada jajaran Bawaslu RI terdekat.

  3. Dalam hal ini, SITUNG hanya punya dua fungsi.
    Pertama, fungsi informasi atas hasil perolehan suara secara cepat, karena diupayakan selesai dlm waktu 1X24 jam (bergantung jumlah TPS dan kondisi geografis).
    Kedua, fungsi transparansi. Sepanjang punya HP, Laptop, PC dan punya kuota internet, publik bisa mengakses. Jadi tdk perlu menjadi ahli IT utk “menyedot” data KPU, karena bisa didownload setiap saat. Karena publik bisa mengakses, maka menjadi warning bagi seluruh jajaran KPU (PPS, PPK, KPU Kab/Kota dan KPU Prov) agar tidak mengubah-ubah hasil perolehan suara selama proses rekap secara berjenjang berlangsung.

  4. Terkait hal itu, maka hasil Pilkada yang resmi bukan yang ditayangkan di aplikasi SITUNG. Melainkan yang dihitung dan direkap secara manual dan berjenjang di tingkat TPS, kecamatan, kab/kota, dan provinsi, yg selalu dihadiri Pengawas Pemilu dan saksi Paslon, serta terbuka utk umum. Hasil rekap manual itupun salinannya juga diberikan kepada Pengawas Pemilu dan saksi. Jadi ada mekanisme kontrol dlm proses itu.

  5. Jika ada upaya meretas situs KPU, hal itu tidak akan berpengaruh apa-apa terhadap perolehan suara masing2 Paslon dlm Pilkada. Karena, HASIL RESMI PILKADA direkap secara manual. Nukan yang ada di SITUNG.

  6. Upaya meretas situs KPU dipastikan dilakukan oleh pihak2 tidak bertanggung jawab yang dengan sengaja berupaya menimbulkan keresahan, spekulasi, dan kecurigaan, terutama bagi: (1) yg tdk memahami proses penghitungan dan rekapitulasi suara dlm Pemilu/Pilkada; dan (2) yg tdk memahami dunia IT dengan cukup baik.

  7. Karena itu, jangan cepat mendelegitimasi penyelenggara. Mari gunakan mekanisme yg tersedia untuk mengoreksi dan memperbaiki kekeliruan/kesalahan entri hasil pilkada dari scan form C1.

  8. Bawaslu dan jajaran bisa langsung proaktif menindaklanjuti berbagai temuan yang mengemuka di masyarakat tanpa harus menunggu masuknya laporan secara formal. Hal ini penting agar tidak berlarut-larut menjadi kontroversi dan spekulasi yang membingungkan masyarakat.

  9. Demikian disampaikan untuk dipublikasikan segera. Jika ada yang kurang jelas dapat menghubungi Ketua KPU Sulsel (Misna Attas) di 081243330999, atau Divisi Humas dan Data Informasi KPU Sulsel (Uslimin) di 08124203343.
    Wassalam.

Makassar, 30 Juni 2018

TTD

Uslimin
Ketua Divisi Humas dan Data Informasi dan Hubungan Antarlembaga

Mengetahui,

TTD

Misna M Attas
Ketua KPU Sulsel

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.