Ini Langkah Kongkrit TPID Sulsel dan Makassar Bersama Bank Indonesia dalam Menekan Inflasi di 2019

Makassar.daulatrakyat.id.Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Selatan dab Pemkot Makassar telah melakukan berbagai upaya dalam mengatasi meningkatnya inflasi di Sulsel.

Salah satunya menggelar rapat koordinasi bersama dengan Bank Indonesia (BI) di Caffe Batavia Mall Phinisi Point Makassar Rabu ( 9/1/2019).

BI senantiasa mengapresiasi langkah kongkrit dalam menekan inflasi dari pemkot makassar maupun pemprov Sulsel.

Berdasarkan rilis data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Sulsel mengalami inflasi mengalami inflasi sebesar 0,86 persen di bulan Desember. Sementara berdasarkan tahun kalender, Sulsel mengalami inflasi sebesar 3,50 persen.

Inflasi yang dialami Sulsel ini ternyata lebih tinggi dari pada rata-rata inflasi nasional yang berada pada kisaran 3,11 persen.

Ketua Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, Dwityapoetra Soeyasa Besar menambahkan meskipun inflasi Sulsel berada di atas inflasi secara nasional, harus tetap ada koordinasi antara Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Satgas pangan.

“Ini sesuai arahan dari gubernur Sulsel bahwa koordinasi itu bukan hanya dari segi data, tetapi dari program yang ada dan harus dijalankan mulai dari hulu ke hilir,”katanya

Beberapa program yang dijalankan oleh TPID dan Satgas ini memang ada yang sudah berhasil.Namun masih banyak program peningkatan inflasi yang belum dituntaskan.

“Makanya kita juga akan melibatkan para ahli dan dari universitas untuk bagaimana merancang dan memecahkan program tersebut. Harapannya inflasi bisa terkendali, dan bisa membawa nama baik Sulsel,”lanjutnya.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan Sulsel, Hadi Basalamah mengatakan terdapat beberapa hal yang harus menjadi perhatian terkait inflasi di Sulsel.

Dalam menjaga meningkatnya inflasi, tidak hanya dimulai dari pola distribusi, tapi juga dari pola pola produksi.

Artinya, ketersediaan pasokan bahan pokok harus dijaga ketat dengan menyediakan estimasi ketersediaan bahan pokok.

“Utamanya terhadap komoditas yang sering mengalami kekurangan ketersediaan. Itu yang menyebabkan inflasi. Kemudian keterjangkauan harga bagi konsumen di pasaran,”tambahnya.

Adapun strategi yang diterapkan oleh TPID yakni terstruktur dan harus sejalan dengan kebutuhan masyarakat Sulsel.

Kepala Biro Ekonomi Pemprov Sulsel Since menambahkan pihaknya senantiasa melakukan pengecekan situasi dan kondisi harga pangan dan komoditi lainnya seperti beras,daging sapi ayam,telur,bawang merah gula dan telur.

Pihaknya senantiasa menjaga kestabilan harga pangan agar terjangkau,kita juga bersinergi, membagi tugas dengan pihak-pihak lainnya ,mengantar produk,memberdayakan ekonomi kerakyatan yang berbasis hilirisasi.

Meskipun pertumbuhan ekonomi masih diatas rata-rata nasional yakni masih diatas 7 persen,namun TPID Sulsel masih tetap memantau situasi dan kondisi pasar.

Lanjut Hadi Basalamah menyebutkan beberapa langkah konkrit dalam menekan laju inflasi di Sulsel diantaranya
pertama mencermati atau melihat TPID agar lebih efektif dari sektor produksi dan distribusi dengan membedah sejumlah bahan pangan dan komoditi dalam mengatasi inflasi agar tidak terjadi lompatan harga di tahun 2019 ini.

TPID Sulsel pastikan stok pangan dan bahan pokok untuk mengestimasikan ketersediaan ketahanan pangan yang berkaitan dengan beras,gula,daging sapi,
utamanya komoditi yang sering mengalami inflasi.

Untuk keterjangkauan harga pangan setiap hari TPID melakukan pemantaun harga untuk di analisis.Ketiga buat skenario penanganan aspek distribusi,rutin gelar pertemuan.Kerjasama dengan pedagang-pedagang sebagai contoh kita sudah melakukan ekspor langsung dari Makassar ke beberapa negara luar negeri.

“Kami juga senantiasa mengintergrasikan sistem tidak lebih dari lima menit, membangun program inovatif salah satu contohnya bangun infrastruktur untuk memudahkan dalam memantau kelancaran distribusi pangan.Alhamdulillah Sulsel berada diangka moderat dan stabil dalam hal pangan dan komoditi lainnya,”ungkap Hadi Basalamah.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin bahwa yang perlu diperhatikan yakni penyajian daftar harga untuk konsumen. Selain itu, data produksi dan data konsumsi menjadi bahan pertimbangan.

“Tapi Makassar juga butuh daerah lain sebagai penyangga. Makanya dalam waktu dekat ini pemerintah kota Makassar menyediakan 10 mobil smart inflation control. Yang paling penting peran satgas pangan sehingga tidak terjadi ketimpangan,”terangnya.

Untuk lebih memantau dan memudahkan harga pangan dan komoditi terkini di aplikasi sembakota milik Dinas Perindustrian dan Perdagangan Makassar.

“Alhamdulillah masyarakat juga dapat lebih mudah mengetahui harga sejumlah pangan lewat video tron pemerintah kota Makassar,”pungkasnya.

Penulis : Nina Annisa

1 comment on “Ini Langkah Kongkrit TPID Sulsel dan Makassar Bersama Bank Indonesia dalam Menekan Inflasi di 2019

  1. R. Gultom

    Selamat bagi Kora Makassar menjadi yg terbaik secara Nadional dlm menekan inflasi.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.