ICS di Lombok Ditargetkan Rampung Bulan ini.

Lombok. daulatrakyat.id – Pembangunan Integrated Community Shelter (ICS) atau hunian sementara yang dibangun di Lombok ditargetkan akan rampung dalam waktu kurang dari satu bulan.

Proses pembangunan Integrated Community Shelter (ICS) ini berlangsung siang dan malam, atau dengan kata lain 24 jam sehari. Mulai dari tanggal 19 Agustus 2018 “Kami kerjakan siang dan malam dalam sistem sif,” ungkap Bambang Triyono, Direktur Global Humanity Response Aksi Cepat Tanggap (ACT), Selasa (28/8).

Sejak Senin (27/8), bangunan shelter telah terlihat bentuknya. Rangka dari kayu guna memasang tripleks untuk tembok telah siap. Kusen dan jendela juga tinggal dipasangkan kaca dan pintu. Atap dan lantai pun sudah dapat terlihat wujudnya.

Pengebutan pekerjaan dilakukan agar pengungsi dapat lebih nyaman tinggal di hunian yang lebih layak. Tak hanya membangun hunian tinggal, di kompleks ini juga akan berdiri sekolah dan masjid. Selain itu, fasilitas mandi, cuci, dan kakus juga sudah mulai terlihat di sisi hunian sementara.

Hunian sementara yang dibangun berukuran 3×4,75 meter. Di dalamnya disediakan satu kamar tidur dan satu ruang keluarga. Satu rumah akan diberikan kepada satu kepala keluarga yang dapat diisi hingga empat sampai enam orang.

Bambang menambahkan, penentuan pengungsi yang mendapatkan hunian ini pun telah sesuai dengan musyawarah yang digelar bersama tokoh setempat. Kriteria yang hendak diberikan shelter ialah keluarga tanpa kepala keluarga, keluarga dengan balita, dan penyandang disabilitas.

Untuk masjid, akan berdiri di tengah Lapangan Gondang. Berukuran 15×15 meter, tempat ibadah ini bakal menampung hingga 130 jemaah banyaknya. Keperluan pendidikan pun siap didirikan dalam waktu satu bulan ini. Sekolah akan berdiri dengan tiga lokal kelas.

“Dapur umum juga akan diset dengan ukuran 14×6 meter,” jelas Muhammad Noor Shalikhin, PIC ICS, Selasa (28/8).

MCK yang terdapat di setiap sisi kompleks ICS berbahan baja ringan. Bahan ini dipilih karena dapat bertahan jika terkena air. Shelter yang dibangun, tambah Noor, terbuat dari bahan kayu lokal. Pemilihan ini menjadi salah satu cara memberdayakan masyarakat sekitar.

Berdinding tripleks dan beratap seng go green, unit shelter akan memberikan kenyamanan kepada penghuninya. “Supaya nyaman dan dingin,” ujar Noor.

Noor mengatakan, pekerja bangunan ICS berasal dari pengungsi setempat dan beberapa orang yang didatangkan dari luar Lombok. Pembangunan ditargetkan selesai pada satu bulan usai peletakan batu pertama.

“Bisa digunakan untuk tempat tinggal tiga sampai lima tahun sambil pengungsi mendapatkan bagunan tetap untuk rumahnya,” tambah Noor.

Dimulai pada Ahad (19/8), kini pembangunan ICS sudah memasuki 30%. Memasuki fase pemulihan yang mulai tanggal 26 Agustus ini, ACT juga akan merancang pemulihan ekonomi.

“Pertama harus dipenuhi logistiknya, kemudian hunian seperti pembangunan shelter dan selanjutnya pemulihan ekonomi sebagai cara membangkitkan kehidupan pengungsi,” kata Ahyudin Presiden ACT, Sabtu (25/8) lalu.

Penyediaan ICS untuk memulihkan kondisi masyarakat bukan pertama kalinya dilakukan ACT dalam programnya memulihkan kondisi masyarakat. Sebelumnya, di Pidie, Padang, Banjarnegara hingga pengungsi Rohingya telah dibuatkan hunian sementara guna mendukung kehidupan. Kini, hal yang sama dilakukan di Lombok, khususnya Lombok Utara yang menjadi salah satu wilayah paling terdampak gempa. (Rls)

Editor : Indra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.