Hasil Kordinasi KPAI – Diknas Jateng Terkait Video Viral Guru Dibully Sejumlah Siswa

Jakarta.daulatrakyat.id- Kasus dugaan pembullyan sejumlah siswa terhadap gurunya yang sempat viral di salah satu SMK di Kendal.

Kini mendapat respon cepat, setelah
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan koordinasi intensif dengan Gatot Bambang Hastowo, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

KPAI mengapresiasi langkah yang dilakukan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah yang cepat dan sangat kooperatif dalam menangani kasus tersebut.

” Diknas terus mengupdate dan menyampaikan perkembangannya ke Gubenur JawanTengah dan juga KPAI,” kata Komisioner KPAI Bid Pendidikan Retno Listyarti Senin, 12 Nopember 2018.

Bahkan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah didampingi Pengawas Sekolah telah mendatangi SMK tersebut pada Senin (21/11), untuk meminta klarifikasi pihak sekolah dan guru yang bersangkutan.

” Disdik juga sekaligus melakukan pembinaan terhadap Kepala Sekolah dan guru di SMK swasta tersebut,” ujar Retno.

Dari informasi yang diterima KPAI, pihak sekolah sudah memanggil dan membina para siswa yang terlibat dalam video yang viral tersebut pada Sabtu 10/11.

Para siswa tersebut juga diminta menuliskan pernyataan tidak akan mengulangi guyonan seperti dalam video yang viral tersebut.

Selanjutnya pada Senin (12/11) giliran para orangtua siswa tersebut yang dipanggil pihak sekolah dan juga membuat komitmen bersama untuk menasehati anak-anaknya agar tidak mengulangi lagi perbuatannya dan dapat lebih menghormati para gurunya.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh siswa dan para orang tua siswa yang terlibat, juga di hadiri Kepala Sekolah dan sejumlah guru serta dihadiri pula oleh unsur Disdik Kabupaten Kendal, Bupati Kendal dan Pengawas Sekolah.

Pihak sekolah dan guru yang bersangkutan menyatakan bahwa yang terekam di video yang viral tersebut hanya guyonan semata, bukan kekerasan atau pengeroyokan.

Namun pihak sekolah mengakui bahwa guyonan atau candaan sejumlah siswa terhadap gurunya merupakan tindakan atau perbuatan yang kelewat batas kesopanan dan etika sosial.

Retno mengatakan ada beberapa factor yang menyebabkan hal tersebut terjadi karena : (1) Karakter siswa yang kurang terbina dengan baik di rumah maupun sekolah sehingga perilakunya kurang sopan;
(2) Rendahnya Kompetensi paedagogik guru, terutama dalam penguasaan kelas serta upaya penciptaan suasana belajar yang kreatif, menyenangkan dan menantang kreativitas serta minat siswa.

KPAI menyarankan agar sekolah menyusun langkah-langkah pembinaan sebagai berikut : (1) menyusun rencana aksi penguatan pendidikan karakter di sekolah, mengamalkan nilai nilai agama dalam kehidupan sehari-hari;

(2) Meningkatkan disiplin siswa termasuk performance dan sikapnya, baik cara berpakaian maupun potongan rambut sesuai ketentuan sekolah;

(3) Sekolah akan menegakkan tata tertib sekokah; (4) Di sepakati pula secara berkala pengawas SMK wajib memantau dan melaporkan hasilnya ke Dinas Dikbud Jawa Tengah.

Dengan begitu, Komisioner KPAI bidang pendidikan akan terus berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dan KPAI, mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk rapat koordinasi dengan sejumlah OPD terkait, termasuk P2TP2A untuk sosialisasi stop bullying untuk seluruh siswa dan upaya rehabilitasi psikologis terhadap para siswa pelaku.

Editor : Salim Majid

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.