Hari Jadi Luwu ke 750,Bupati Indah Berkisah

Daulatrskyat.id,Lutra- Dalam sejarah lontara tertulis, Narekko Malupuko Mattamoko Ri lalengna Baebunta, dalam artian kalau kamu lapar masuklah di Baebunta. Baebunta dalam arti luas yang seluruh wilayah kerajaan pada masa itu.

“Ini Menunjukkan sebuah pepatah atau ajakan bahwa ketika saudara kelaparan tidak usah kemana-mana ke Tana Luwu saja.”begitu ungkapkan Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani saat menyampaikan sambutannya pada peringatan Hari Jadi Luwu ke-750 dan Hari Perjuangan Rakyat Luwu ke-72 di lapangan Tamsis,Kec.Masamba, rabu (24/01/2018)

Bupati Lutra Peringati Hari Jadi Luwu ke 750 dan Hari Perjuangan Rakyat Luwu ke 72 (24 /1/2018)

Bupati Indah berkisah,ketika Dewata menawarkan sesuatu kepada penduduk di bagian selatan dalam hal ini tanah makassar, apa yang kamu inginkan mereka menjawab keberanian, sangkeangngi keberanian maka di berilah rakyat Makassar keberanian.

Pertanyaan serupa juga di berikan bagian tengah apa yang kamu inginkan, mereka menjawab sangkeangngi kekayaan, maka Dewatapun memberikan kekayaan dan ketika penduduk bagian utara dalam hal ini tanah Luwu di tanya oleh Dewata apa yang kamu inginkan, mereka menjawab berikan kami makanan yang tiada habisnya, maka Dewatapun turunkan sagu di Tana luwu.

“Meskipun hanya mitos atau cerita rakyat tapi sagu tidak memberikan gambaran tentang kondisi dan karakter dasar serta tokoh-tokoh masyarakat Sulsel secara umum.”jelasnya.

Menurut Indah,simbol Tana Luwu yang selalu di tandai dengan badik dan pohon sagu.Menunjukkan jiwa setiap orang Luwu terdapat jiwa kesatria yang senantiasa menjunjung tinggi hakekat dan martabat harga diri.

Sementara simbol pohon sagu,kata Indah merupakan pohon yang tumbuh dalam daerah ekstrim santun serta hidup berumpun, menunjukkan bahwa orang Luwu mampu hidup mandiri dan memiliki ikatan emosional dan rasa kebersamaan yang sangat tinggi.

Ia pun menyebutkan, peringatan perlawanan rakyat Luwu dengan tema”Bersatu Membangun Tana Luwu adalah dan melandaskan kearifan lokal”

“Itu tema kami angkat dengan harapan, bahwa membangun tana Luwu adalah kewajiban kita semua baik yang berada di tana Luwu maupun wija To Luwu yang ada di rantuan.”kata Indah.

Di hari HUT Lutra ke 750 telah dihadiri pula anggota DPRD Sulsel, para forum pimpinan daerah provinsi Sulsel, Bupati, walikota setanah Luwu. Yang Mulia Sri Paduka Datu Luwu ke 40 beserta permaisuri, dan pimpinan anggota DPRD se Luwu, para tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh agama dan para undangan.

Penulis :jal
Editor    :Salim Majid

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.