Dukung Pembangunan Berkelanjutan,PT Vale Gelar Simposium

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.ID.Sebagai perusahaan yang telah beroperasi selama 50 tahun, PT Vale Indonesia Tbk telah
berkembang menjadi bagian dari rantai pasokan nikel dunia.

Di Indonesia, PT Vale menjadi produsen utama nikel dengan operasi penambangan dan pengolahan nikel yang terintegrasi
di wilayah Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan.

Melalui pengalaman operasional yang panjang dengan menerapkan praktik penambangan yang bertanggung jawab, PT Vale menyeleraskan operasionalnya dengan prinsip Pembangunan Berkelanjutan.

Perhatian terhadap keberlanjutan dalam aspek ekonomi,lingkungan hidup maupun sosial diwujudkan melalui misi perusahaan yaitu ‘Mengubah sumber daya alam menjadi sumber kemakmuran dan pembangunan berkelanjutan’.

Berangkat dari perhatian atas Keberlanjutan, PT Vale Indonesia Tbk menyelenggarakan sebuah
Simposium bertema ‘Keberlanjutan: Investasi Masa Depan’.

Hadir pada simposium ini nara sumber berskala nasional membahas beberapa tema yang berkaitkan dengan pertambangan listrik dan sumber daya alam antara lain sekilas keberlanjutan dan SDGs, keberlanjutan dalam praktik konservasi lingkungan, keberlanjutan dalam praktik energi terbarukan, keberlanjutan dalam praktik pengembangan sosial, dan keberlanjutan dalam bisnis pertambangan.
Simposium ini digelar di Phinisi Ballroom Hotel Claro Convention Centre, Rabu (6/2/2019)

Ratusan peserta dari berbagai kalangan hadir dalam simposium ini yakni mahasiswa, praktisi lingkungan, swasta, kalangan pemerintah, dan wartawan.
Lima pembicara skala nasional jadi narasumber dalam simposium ini, masing-masing Noer Adi Wardojo, Kepala Pusat Standardisasi KLHK, Tumiran, anggota Dewan Energi Nasional, Jalal, CEO CSR Indonesia, Budi Santosa, Indonesia Business Counsil for Sustainable Development (IBCSD), dan Febriany Eddy, Deputy CEO PT Vale Indonesia Tbk

Di PT Vale,berinvestasi pada keberlanjutan bukanlah sebuah nilai tambah,melainkan sebuah keharusan.Hal itu sesuai dengan misi perusahaan yaitu mengubah sumber daya alam menjadi kemakmuran dan pembangunan berkelanjutan,”kata Niko Kanter.

Noer Adi Wardojo mengatakan Sustainability bukanlah isu yang mengawang-ngawang.Semua pihak,semua orang harus melakukan aksi untuk mendukun inisiatif berkelanjutan.

Sementara Tumiran M Eng mengatakan porsi energi baru dan terbarukan (EBT) pada bauran energi masih dibawah target yang ditetapkan.”Untuk berkontribusi pada porsi energi terbarukan,diperlukan pemahaman.Untuk itu diperlukan edukasi keseluruh lapisan masyarakat.

Narsum Jalal menambahkan dari sisi pemberdayaan masyarakat bahwa tujuan bisnis adalah kemakmuran bersama dan keberlanjutan.

Kegiatan simposium tersebut dirangkaikan dengan penyerahan hadiah secara simbolis bagi pemenang Vale Journalistic Writing & Photography Contest 2018 yang diselenggarakan pada 1 july 2018 hingga 27 Oktober 2018.

Bayu Aji Senior Manager Communication menuturkan bakal ada lomba Vale Journalistic lagi tahun ini yang akan segera diluncurkan.

Penulis : Nina Annisa


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.