Search
Close this search box.

Dugaan Keberpihakan RS Kemenkes CPI: Tindak Lanjut Kasus Penganiayaan Dihalangi, Korban Minta Bukti CCTV

MAKASSAR.DAUlATRAKYAT.ID.​Kasus penganiayaan yang menimpa seorang pasien berinisial SS di Rumah Sakit Kementerian Kesehatan (RS Kemenkes) CPI dua pekan lalu memasuki babak baru yang kontroversial.

Pihak korban antara lain hanya anak nya yg berumur 15 tahun mengajukan diri sebagai saksi pertikaian tersebut tapi menurut aturan undang-undang yang berlaku di bawah umur  tidak bisa di jadikan saksi..

Ketika si korban melanjutkam BAP stelah visum,anak sang korban mu bercerita scra detailnya yg dimana kejadian trsebut hanya di saksikan langzung anak korban yang sedang di rawat berumur 3tahun dan anak ke 2 nya 15 tahun.

Ada pun saksi sipil dari pihak rumah sakit yang menyaksikan bahkan kata si korban yang berjasa si cleaning service yang merelai kejadian trsebut. Hingga mendorong pintu agar bisa masuk karena sang adik tiri korban perempuan seakan menjaga pintu.

Timbul lah inisiatif pasien sebelah untuk memanggil pihak keamanan.. korban menduga RS Kemenkes CPI menunjukkan sikap keberpihakan terhadap pelaku yang di mana adik yang diketahui merupakan adik tiri korban sendiri.

Korban SS sudah menyampikan dengan singkat dan jelas tolong jangan ada yang besuk atau boleh masuk di ruangan anak saya. Ucapan itu terlontar karena amarah sang korban sepulang membeli kebutuhan anaknya,seorang nurse/suster berkata anaknya minta di pulangin.

Sudah baikan. Di situlanh korban mulai merasa marah karena yang dimna kita ketahui bila pulang paksa ada aturan dari bpjs. Dan bpjs trsebut fasilitas dari kantor korban dan seenaknya bertindak.

Korban coba menenangkan dirinya dan tidur. Terbangun kaget karena suhu nadi anak nya tinggi hingga memakai oxygen. Dan korban pun mmyampaikan kondisi tersebut ke keluarga nya.

​Korban, SS, Merasa sangat terpukul akan sikap dan perilaku sang keluarga. Esok nya sang adik tiri datang dan kprban sudah berpesan jangan ada keluarga saya masuk.

SS memceritakan kronologinya berawal korban dari dalam kamar berteriak minta tolong untuk panggil pihak keamanan tapi karena ruangan tersebut kedap suara korban memberanikan diri meminta tolong kepada cleaning service agar tidak ke kamar korban.

Tanpa kata korban di pukul hingga jatuh di lantai. Upaya membela diri korban berkata sy tidak mengjiraukan lagi sesakiy apa rasa nya yang saya ngat anak saya tiba-tiba duduk menyaksikan.

“Dengan tenang tanpa tangis. Sudah berapa hari dia tidak duduk seperti menonton tv sj. Bahkan yang ada anak korban yang berumur 15 tahun menangis,”ucapnya.

SS lalu bertanya ke anaknya stelah akhir nya adik tiri perempuan nya itupun akhirnya bertindak untuk merelai. Di cekik leher nya hingga kaki tak menginjak lantai lagi dan muka merah

SS marah campur marah dimana rasa sakit mulai timbul dadanya jadi sesak.

Akhirnya SS korban pun berkata pak tolong tanya anak saya aja. Sakit pak dadaku sesak,korban pun bercerita berapa jam duduk di pos beharap di mediasi dan memanggil binmas. Perasaan campur aduk.

SS dengan keukeuh berkata adiknya di selamatkan di bantu oleh pihak keamanan trsebut. 2 hari stelah kejadiam sang cleaning tak kunjung muncul lagi.

“Saya pun akhirnya menyambangi kantor security dan meminta tolong koperatif. beliau berjanji sekedar ucap korban. Kalaupun hanya sekedar kalimat penenang ucap,”kata SS.

Ia pun meminta pihak RS untuk memberikan bukti cctv.

Tolong jangan dipersulit dalam upaya mendapatkan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang menjadi bukti kunci dalam penyelidikan polisi.

​“Seharusnya rumah sakit bersikap netral dan bersedia memberikan bukti CCTV kepada polisi demi kejelasan kasus ini. Namun, yang terjadi justru terkesan ada upaya menahan atau mempersulit akses bukti tersebut,” ujar korban sndiri..

Kronologi dan Kejanggalan di Lokasi

​Insiden penganiayaan tersebut melibatkan SS dan adik tirinya, di mana adik tiri perempuan diduga bertindak sebagai penghalang pintu selama kejadian.

Dalam keterangan kepada pihak keluarga, SS menceritakan bahwa di tengah pemukulan, ia sempat terdiam dan tersenyum, bukan karena pasrah, tetapi karena reaksi terkejut melihat anaknya yang semula terbaring lemah tiba-tiba bisa duduk.

​Terkait insiden pemukulan tanpa dasar tersebut. Korbam pun berkata. Ngomong 1 2 kata saja tidak. Apa hak dia memukul.saya seorang permpuan yang harusnya di lindungi sodara lelaki nya malah menjadi luka dalam dan pukulan telak bagi saya ucap korbam..

Permasalahan ini sendiri berakar dari kata si korban ucapan,penyampaian mamie tirinya yang terkesan nya mengadu domba bahkan korban mnyampaikan kalau saya mau panjang gampamg..

Itu Mamie si pelaku menelpon teman saya.. mmyampaikan si pelaku ini sudah menuju ke tempat anak saya di rawat bahkan mengonfokan pula sudah di pukul itu SS. ​Saksi Kunci dan Dugaan Intimidasi

​Korban mengapresiasi bantuan seorang petugas cleaning service yang dengan cepat datang melerai pertikaian. Namun, korban kini khawatir petugas yang telah membantu itu akan dipindahtugaskan sebagai bentuk balasan.

​Dalam proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di kepolisian, SS juga telah mengajukan anaknya yang berusia 15 tahun sebagai saksi mata. Langkah ini diambil karena SS sudah menduga bahwa keterangan dari pihak-pihak independen di rumah sakit akan disulitkan atau dibatasi.

Trauma dan Syarat Pencabutan Laporan

​Akibat luka lebam di wajah, SS mengaku aktivitasnya menjadi terhambat. Yang lebih parah, insiden ini telah menimbulkan trauma mendalam, terutama rasa takut meninggalkan anaknya karena khawatir sang anak akan diambil.

​SS menyatakan, ia siap mencabut laporan polisi asalkan penyelesaian kasus ini sesuai dengan isi percakapan awal yang memicu perselisihan, yaitu terkait teriakan yang ditujukan kepada ibu tiri.

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak RS Kemenkes CPI mengenai dugaan keberpihakan dan penahanan bukti CCTV yang diminta oleh pihak kepolisian dan korban.

Kasus ini kini menyoroti pentingnya transparansi institusi kesehatan dalam mendukung proses hukum, terutama ketika insiden kekerasan terjadi di dalam lingkungannya.

​Pihak kepolisian diminta untuk segera menindaklanjuti permintaan korban dan memastikan semua bukti, termasuk rekaman CCTV, diserahkan untuk proses hukum.

……

DPRD Kota Makassar.

355 SulSel

Infografis PilGub Sulbar

debat publik pilgub 2024

Ucapan selamat Walikota makassar

Pengumuman pendaftaran pilgub sulsel

Pilgub Sulsel 2024

https://dprd.makassar.go.id/
https://dprd.makassar.go.id/