Ditreskrim Polda Sulbar Tanda Tangani Komitmen Integritas

Mamuju.daulatrakyat.id-Polda Sulbar menggelar upacara penandatanganan komitmen integritas dengan tema “Mari benahi reserse, masyarakat Sulbar Menunggu.” yang berlangsung di Aula Arya Guna, Rabu, 16 Januari 2018

Acara tersebut diawali dengan pembacaan komitmen sekaligus penandatanganan komitmen integritas yang dipimpin langsung oleh Kapolda Sulbar Brigjen Pol Drs. Baharudin Djafar, M.Si dan dihadiri oleh para pejabat utama, Kapolres Jajaran dan seluruh personil reserse kriminal (Reskrim) Polda Sulbar.

Dalam amanatnya,
Kapolda Sulbar mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wujud perubahan mindset dan culture set yang selama ini melekat pada penyidik reskrim bahwa reskrim harus dapat memperbaiki citra serta kinerja penyidik/penyidik pembantu dalam melaksanakan penyidikan tindak pidana.

Penyidikan menurutnya merupakan kegiatan penyidik polri untuk memberikan kepastian hukum, memberikan rasa keadilan dan menjaga stabilitas kamtibmas agar tetap kondusif.

Sebab itu, implementasi dari kegiatan penyidikan tersebut dapat bersinggungan dengan prinsip-prinsip kebebasan manusia yang dilindungi oleh Ham.

Untuk itu, diperlukan aturan-aturan agar tidak terjadi kesewenang-wenangan maupun penyimpangan dalam proses penyidikan, dimana telah diatur dalam undang-undang no. 8 tahun 1981 tentang kuhap dan perkap no. 14 tahun 2012 tentang manajemen penyidikan tindak pidana.

“Saya selaku pimpinan kepolisian daerah sulawesi barat mengucapkan terimakasih kepada seluruh personil Polda Sulawesi Barat dan jajaran yang telah melaksanakan tugas dengan dedikasi yang tinggi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama dalam hal pengungkapan kasus-kasus yang terjadi di wilayah hukum polda sulawesi barat,” ungkap Kapolda Sulbar.

Keberhasilan penyidikan tindak pidana tidak terlepas dari pemahaman penyidik dalam mengerti dan memahami manajemen penyidikan dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian penyidikan sebagai pedoman bagi penyidik.

Faktanya proses penyidikan yang dilakukan oleh penyidik reserse polri masih banyak menuai komplain atau pengaduan masyarakat (dumas), bahkan menyumbang angka terbesar dalam aspek pengaduan masyarakat.

Dari data yang masuk ke Biro Wassidik Bareskrim Polri terkait pengaduan masyarakat dalam 5 tahun terakhir pada tahun 2014 terdapat 2.384 pengaduan masyarakat, tahun 2015 sebanyak 3.986 , tahun 2016 sebanyak 2.046 , tahun 2017 sebanyak 1.647 dan tahun 2018 pada 11 Desember 2018 sebanyak 2.098 .

Oleh karena itu penyidik Polri berkomitmen untuk menurunkan angka pengaduan masyarakat dengan melakukan langkah-langkah yang nyata melalui perubahan pada diri masing-masing penyidik/penyidik pembantu untuk senantiasa menjunjung tinggi harkat, martabat dan profesi penyidik.

“Intinya bagaimana caranya agar bisa mengimplementasikan hal-hal yang tertuang dalam komitmen tersebut dengan penuh kesadaran, keikhlasan dan bertanggung jawab semata-mata karena Allah Subhanahu Wa ta’ala dan Insya Allah apa yang kita tuangkan dalam komitmen integritas ini menjadi ladang ibadah bagi kita semua,” ujarnya.

Penerapan Komitmen integritas yang di sebut dengan “Reserse Rasa Baru” ini diharapkan akan betul-betul dirasakan oleh masyarakat yang ditandai dengan penekanan angka kejahatan dan pengungkapan kasus yang lebih cepat, tepat dan tuntas.

Sumber :Humas Polda Sulbar
Editor     : Salim Majid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.