Ditanya Soal Pengecer BBM, Roby Hervindo Tegaskan Tak Ada Istilah Pengecer BBM Dalam Aturan

Majene.daulatrakyat.id-Antrian panjang di SPBU wilayah Majene dan Polman belakangan ini dikeluhkan oleh para konsumen khususnya penggunaa kendaraan roda 2 dan 4.

Belum lagi banyaknya pengecer yang membawa jerigen di SPBU seperti tak bisa dihindari. Apa penyebabnya? Bolehkan pengecer membeli BBM dengan kapasitas jerigen?

Kondisi tersebut mendapat respon dari Unit Manager Comm & CSR Pertamina MOR VII Sulawesi Roby Hervindo.

Menurut Roby terkait kondisi penyaluran BBM di Majene mengalami penigkatan.

Dari catatan Roby misalnya penyaluran BBM pada Kamis (06/12) di wilayah Majene. Untuk Solar naik 85% sebesar 24.000 liter, Pertalite meningkat 20% sejumlah 24.000 liter, sedangkan Premium sebanyak 30.000 liter.

Adapun penyaluran pada Jumat (07/12) menurut Roby kembali meningkat 85% untuk Solar sebesar 24.000 liter. Pertalite naik 100% sejumlah 40.000 liter, dan Premium bertambah 5% sebesar 32.000 liter.

Beberapa antrian di SPBU ujar Roby ditengarai imbas dari peningkatan konsumsi menjelang akhir tahun utamanya kendaraan-kendaraan industri, serta adanya normalisasi penyaluran.

Saat ini menurut dia, kondisi stok di TBBM Parepare pagi ini terpantau aman, mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 8 – 10 hari ke depan untuk produk-produk gasoline dan gasoil.

Ditanya soal pengecer BBM, Roby Hervindo menegaskan bahwa pihak pertamina hanya mengenal istilah distributor resmi BBM.

” Dalam aturan Perpres 121 tahun 2014, tidak ada istilah pengecer,” jelas Roby saat dikonfirmasi pada Sabtu, 8 Desember 2018.

Ketfoto: Antrian Panjang di Salah Satu SPBU di Majene dan Polman Sulbar

Penulis : Salim Majid

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.