Disparekraf Makassar Kembali Gelar Festival Layang-Layang di Pantai Akkarena

Makassar.daulatrakyat.id. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Makassar kembali menggelar Festival Layang-layang, 18-19 Agustus 2018, di Pantai Akkarena.

Secara resmi dibuka oleh Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto dan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  (Disparekraf) Makassar Rusmayani Majid.

Danny sapaan walikota Makassar mengatakan permainan layang-layang cukup digemari semua kalangan. Bahkan permainan ini sudah menjadi salah satu daya tarik Wisata.

Menurut Danny festival layangan tersebut imerupakan bentuk kreativitas masyarakat pencinta layangan. Ini juga salah satu olahraga dan seni yang harus dipertahankan keberadaannya.

“Khusus tahun ini kita akan adakan dua kali dimana akan digelar lagi pada saat saat event F8 oktober 2018 mendatang di Anjungan pantai losari Makassar,”ujarnya

Kepala Bidang Pemasaran dan Promosi Disparekraf Makassar Moh Roem mengatakan tahun ini adalah tahun ke-4 penyelenggaraan festival layangan yang banyak dinanti-nanti oleh para pehobby layangan yang datang dari Makassar maupun luar Makassar.

“Alhamdulillah tahun ini peserta lebih banyak dibanding tahun-tahun kemarin.Tahun ini ada 20 peserta dengan 40 layangan yang disiapkan baik untuk siap diterbangkan maupun siap hanya sebagai pajangan,”ungkapnya.

Menariknya karena satu orang peserta berasal dari Singapura dan beberapa orang dari museum layangan Indonesia yang setiap tahunnya hadir memeriahkan agenda tahun pemkot Makassar tersebut.

“Mereka yang hadir ini tentunya berpengalaman dalam mengikuti berbagai Festival Layang-layang baik dalam maupun luar negeri,”tambahnya.

Festival layang-layang 2018 di Akkarena tersebut menampilkan bermacam-macam -layang 3D dan 2D layang-layang Train atau Naga (Dragon) dan beragam bentuk lucu

Momen ini sangat tepat karena bertepatan dengan agenda nasional dan internasional.Sebagai salah satu rangkaian HUT RI ke 73 dan momen ASEAN Games yang dibarengi libur panjang.

Kepala Dinas Parekraf Makassar Rusmayani Majid berharap tahun depan bakal lebih meriah lagi dan lebih menggaung lagi.

“Apalagi bakal diadakan di F8 saya berharap semua pencinta dan pehobby layang-layang ini dapat berpartisipasi dengan menuangkan ide kreatifitnya dalam membuat layangan,”pungkasnya.

Adapun museum layang-layang Indonesia ada 13 orang yang membawa 30 layangan dari Jakarta dengan bentuknya yang unik seperti gapura,ikan pari,dragon
Jenis layangan kecil yang berjumlah 50 sampai 150 layangan.

Dari bentuk,keunikan dan kerumitan pembuatan layangan tersebut tak heran harganya pun terbilang mahal karena bernilai seni.Tak tanggung-tanggung harganya berkisar mulai dari Rp5.juta hingga puluhan juta rupiah tergantung dari kerumitan pembuatan layang-layang tersebut.

Festival tersebut dirangkaikan dengan lomba mewarnai dan workshop pembuatan layang-layang.

 

Penulis : Nina Annisa

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.