Dana Desa Bodia Diduga Dikuasai Isteri Kepala Desa

Takalar daulatrakyat.id. Tidak salah kalau selama ini beredar informasi menyebut kepala desa boddia kecamatan galesong kabupaten takalar sulawesi selatan kerap kali kesulitan menyelesaikan pekerjaan proyek yang sedang berlangsung di desanya.

Alasannya kata sumber yang enggan disebut namanya bahwa setiap kali dana desa terealisasi setiap kali juga dikuasai isteri kepala desa sehingga merengekpun belum tentu tangan isteri kepala desa mau terbuka melepas dana desa.

Ia membeberkan bahwa dana tersebut dimanfaatkan sendiri Kepala desa, Makmur Malo.Begitulah kalau suami takut isteri kata sumber, dana desa yang sesungguhnya dikendalikan pembelanjaannya oleh bendahara desa tetapi justeru diserahkan kepada isterinya.

Ketua DPD Laskar Anti Korupsi Penjuang 45 kabupaten takalar, M Yunus Aidid SH yang dimintai tanggapannya (2/8/2018) mengatakan bahwa kalau dana desa dikuasai isteri kepala desa itu menunjukkan tanda tanda kecelakaan masyarakat juga kepada kepala desa itu sendiri karena dana desa adalah seharusnya dikelola bendahara sedangkan kepala desa bertindak mengawasi, bukan dikuasai isteri kepala desa.

Oleh karena itu kata XY  kalau betul dana desa boddia dikuasai iateri kepala desa, Kr Sibali panggilan sehari – hari maka  M Yunus Aidid mendesak Kejaksaan dan Polres untuk bersikap demi memgantisipasi kemungkinan kerugian keuangan negara.

Kepala desa boddia, Makmur Malo yang dikonfirmasi baru baru ini mengakui dana desa dikuasai isterinya tetapi bukan berarti sulit ditarik untuk penggunaan kepada peruntukannya.

“Selain itu adalah untuk menjaga keamanan dana desa jangan sampai dipercayakan kepada orang lain alias oknum yang dikhawatirkan kemungkinan dampak buruknya,”terangnya (Maggarisi Saiyye).

 

 

Editor : Nina Annis

 

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.